BEJI, Radar Bromo - Puluhan warga Desa Kedungringin, Kecamatan Beji, menggeruduk PT Sorini Towa Berlian Corporindo (STBC). Mereka mengeluhkan pembuangan limbah yang dihasilkan pabrik sorbitol yang berada di jalan Cangkringmalang, Kecamatan Beji, itu.
Tak hanya limbah cair yang ditengarai dibuang ke sungai anak DAS Wrati. Tetapi, warga juga mengeluhkan polusi udara yang membuat rumah-rumah warga menjadi kotor, imbas proses produksi yang dilakukan perusahaan.
Koordinator Aksi Henry Sulfianto menguraikan, ada sejumlah persoalan yang membuat ia bersama warga Kedungringin mendatangi perusahaan. Salah satunya, debu yang keluar dari cerobong asap perusahaan, mengganggu warga.
Banyak rumah warga yang kotor imbas proses pembakaran oleh pihak perusahaan. Hal itu membuat warga merasa lelah. Karena harus berulang kali membersihkan rumahnya akibat debu yang ditimbulkan perusahaan.
Belum lagi, efek yang bisa ditimbulkan dari sisi kesehatan. Bila debu-debu tersebut dihirup oleh warga.
"Ada yang menyebut proses pembakarannya menggunakan sekam. Bahkan, ada yang mengatakan, menggunakan batu bara. Ini jelas merugikan warga karena asap yang keluar seperti gunung merapi meletus," kata Henry.
Selain polusi, juga soal limbah. Ditengarai, pihak perusahaan membuang limbahnya ke Sungai Panggang Lele, yang merupakan anak DAS Wrati.
"Baik pencemaran udara dan sungai sudah dilakukan lama. Kondisi itu semakin parah beberapa bulan belakangan. Kami minta semuanya dibenahi. Baik IPAL ataupun yang lainnya," timpal dia.
Tanggapan PT STBC
Plant Manager PT STBC Agung menjelaskan, jika pihaknya melakukan air limbah industri dengan hasil memenuhi baku mutu. Pihak perusahaan juga berkomitmen untuk mematuhi standar baku mutu sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
"Dari case limbah udara dan air, DLH Kabupaten Pasuruan sudah melakukan verifikasi di lapangan dan melakukan pengujian sampel air limbah di lab pihak ketiga. Bahkan, hasilnya sesuai dengan standar baku mutu. Sementara untuk pengujian sampel emisi di lab pihak ketiga, masih dalam proses," sampainya.
Ia menambahkan, PT STBC sudah melakukan perbaikan pengendalian debu dengan memasang alat ESP. Sementara alat tersebut masih dalam proses. Sehingga, PT STBC untuk sementara melakukan perubahan dengan memakai bahan bakar yang lebih tidak berdebu.
Terkait kompensasi, STBC sudah membersihkan, mengeruk, dan memperbaiki plengsengan Sungai Panggang Lele. Pihak STBC juga membuatkan sumur bor dan melakukan pipanisasi air bersih untuk warga.
"Kami juga banyak melakukan kegiatan CSR sejak 2006. Bahkan, sampai sekarang CSR kami tetap berjalan. Seperti pelatihan batik, desain, menjahit, penanaman mangrove, pengobatan kaki bengkok pada balita, dan banyak hal lainnya," ujar dia. (one/mie)
Editor : Jawanto Arifin