Ketua Paguyuban Penjual Daging Pasuruan M. Habibi mengaku, serangan penyakit LSD mulai mewabah di sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan. Dari catatan yang dimilikinya, ratusan ekor sapi milik peternak saat ini menderita LSD. Tersebar di wilayah Gempol, Pandaan, Sukorejo, Purwosari, hingga Rembang.
“Kami baru memperoleh data yang berada di wilayah barat Kabupaten Pasuruan tersebut. Bisa jadi, sebarannya juga merambah di wilayah timur,” ungkap Habibi.
Dari data lapangan yang diperolehnya, sebanyak 874 ternak sapi milik peternak terinveksi virus LSD tersebut. Bahkan, 231 sapi di antaranya dikabarkan mati. Jumlah tersebut hanya untuk wilayah Gempol, Pandaan, Sukorejo, Purwosari, dan Rembang.
Tidak termasuk untuk wilayah timur, seperti Lekok, Nguling, ataupun Grati. Juga tidak termasuk wilayah selatan, seperti Tutur hingga Puspo.
“Bisa jadi, jumlahnya lebih banyak. Untuk berapa jumlah yang sembuh, kami belum memperoleh datanya,” imbuhnya.
Habibi menjelaskan, penyakit ini bisa mengurangi populasi sapi. Sebab, bisa memicu kematian pada sapi.
“Apalagi, sapi yang terjangkit juga rata-rata masih bibit sapi. Bukan indukan,” sambung dia.
Karena itulah, ia berharap ada langkah dari dinas terkait untuk mengatasi wabah LSD ini. Mengingat, LSD ini mudah menular pada sapi. Penularan virusnya bisa melalui gigitan serangga seperti nyamuk ataupun lalat.
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Fauzi berharap, ada langkah-langkah nyata yang dilakukan Pemkab Pasuruan. Apalagi jika memang ada temuan kasus LSD di Kabupaten Pasuruan.
“Harus ada langkah nyata dari Dinas Peternakan untuk mengatasi hal tersebut untuk memastikan kelangsungan ternak. Supaya tidak semakin menyebar dan memicu kematian pada ternak,” sampainya.
Pihaknya pun berencana memanggil dinas terkait untuk memastikan langkah apa saja yang sudah dilakukan dinas dalam mengatasi ancaman LSD tersebut.
Kabid Kesehatan Hewan di Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan Ainur Alfiah mengungkapkan, memang ada sapi yang terjangkit LSD di kabupaten. Namun, data yang ditemukan pihaknya tidak sebanyak yang diungkap Paguyuban Penjual Daging Pasuruan.
Berdasarkan data yang diperoleh, ada 69 kasus yang ditemukan. Dari jumlah itu, satu ekor sapi mati.
“Tidak ada laporan ratusan sapi mati karena LSD di Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan data kami, hanya ada satu sapi yang mati imbas LSD,” ungkapnya.
Meski demikian, Pemkab Pasuruan sudah melakukan langkah. Selain pengobatan terhadap ternak yang terjangkit, juga vaksinasi pada sapi dan penyebaran disinfektan.
“Pengawasan memang kami tingkatkan. Terlebih menjelang Idul Adha,” paparnya. (one/hn) Editor : Ronald Fernando