Kondisi itu terkuak, ketika legislatif menggelar hearing antara pedagang dengan Disperindag Kabupaten Pasuruan dan beberapa OPD terkait, Kamis (6/4) petang.
Pendamping pedagang Pasar Gondanglegi, Suryono Pane menguraikan, Pasar Gondanglegi merupakan satu-satunya pasar di Kecamatan Beji. Harusnya, Pemkab Pasuruan memberikan perhatiannya.
Tidak malah mengabaikannya. Bahkan, sampai membiarkan ketika pasar setempat hangus terbakar. "Harusnya ada revitalisasi dari pemerintah daerah," ujarnya.
Apalagi, sebagian besar pedagang setempat merupakan warga Kabupaten Pasuruan. Mereka mencari nafkah dan menggantungkan hidupnya dengan berjualan di pasar setempat.
Karena itu, pasca kebakaran, harapan pedagang hanya satu. Agar pasar setempat kembali dibangun. Agar mereka bisa berjualan.
"Mereka hanya ingin berjualan di pasar setempat. Tidak ingin pindah. Makanya, kami mendorong agar Pasar Gondanglegi bisa dibangun lagi," sampainya. Sayang, keinginan tersebut sepertinya bertepuk sebelah tangan.
https://radarbromo.jawapos.com/daerah/bangil/31/03/2023/jelang-sahur-api-hanguskan-pasar-gondanglegi/
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan, Diana Lukita Rahayu menjelaskan, sejak tahun 2015, retribusi Pasar Gondanglegi sudah dihentikan. Bahkan, pada 2022 lalu aset pasar Gondang legi sudah tidak dibawah naungan Disperindag. Namun sudah dikembalikan kepada Pemkab Pasuruan.
Ia pun menegaskan, tidak ada anggaran revitalisasi pasar Gondanglegi yang telah terbakar pada Kamis (30/3) lalu. Karenanya, revitalisasi Pasar Gondanglegi tidak bisa dilakukan.
"Tapi untuk jangka pendeknya kami sudah berkoordinasi dengan pasar sekitar, untuk menampung para pedagang. Setidaknya para pedagang masih bisa berjualan," jelas Diana.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Rusdi Sutejo memandang, kebakaran di Pasar Gondanglegi harusnya bisa menjadi momen bagi Pemkab Pasuruan, untuk meninjau kembali aset yang dipunya. Apalagi, Pasar Gondanglegi merupakan pasar satu-satunya yang berada di Kecamatan Beji.
Harusnya, Pemkab Pasuruan bisa membantu para pedagang untuk revitalisasi pasar setempat. "Karena semua pedagang di pasar Gondanglegi itu warga Pasuruan. Terlebih, perputaran uang di Pasar Gondanglegi, cukup tinggi. Sebulan, bisa mencapai Rp 100 juta. Harusnya, Pemkab Pasuruan bisa memanfaatkan hal tersebut untuk mendongkrak PAD," bebernya. (one/mie) Editor : Ronald Fernando