Dugaan itu muncul karena tidak sekali ini pasar itu terbakar. Sudah dua kali terjadi percobaan pembakaran Pasar Gondanglegi.
Seperti yang diungkapkan Dudung Cahyono, ketua Paguyuban Pedagang Pasar Gondanglegi. Ia menilai, kebakaran tersebut bukan kebetulan. Ada kecurigaan pasar sengaja dibakar oknum tak bertanggung jawab.
Kemungkinan itu bukannya tanpa dasar. Sebelumnya, dua kali percobaan pembakaran Pasar Gondanglegi terjadi. Pertama tahun 2017 silam. Ketika itu, ada api yang menyala di salah satu kios pedagang.
Namun, api itu tak sampai membesar. Karena pengguna kios segera mengetahuinya. Dan berhasil memadamkan api.
“Begitu dicek, ada jeriken berisi solar yang ditemukan tak jauh dari lokasi,” sampainya.
Percobaan berikutnya, terjadi pada 2018. Ada pengendara Mio yang membakar salah satu kios setempat. Namun, kepergok. Akhirnya, terduga pelakunya kabur. Api pun bisa dipadamkan dan tak sampai menjalar parah.
“Kami sudah laporkan ke Polsek Beji. Tapi, tidak ada jeluntrungannya sampai saat ini,” ungkapnya.
Hingga akhirnya, kebakaran benar-benar terjadi Kamis dini hari. Ada yang menyebut, kebakaran tersebut karena korsleting listrik. Namun, ia dan pedagang lain meragukan. Karena voltase di stan pasar setempat sangat kecil.
“Kalaupun korsleting listrik, kami rasa tidak akan sampai memicu kebakaran. Kemungkinan, hanya lampu padam. Jadi belum jelas. Apakah memang karena korsleting listrik atau ada yang sengaja membakar pasar,” tandasnya.
Pendamping Pedagang Pasar Gondanglegi Suryono Pane menyebut, dugaan pasar dibakar sangat besar terjadi. Selain karena sudah dua kali percobaan pembakaran dilakukan, juga karena ada wacana relokasi pedagang ke Pasar Desa Cangkringmalang di wilayah setempat.
Sudah bertahun-tahun lamanya, rencana relokasi itu kencang diwacanakan. Namun, pedagang ogah pindah. Sebab, lokasi pasar di Cangkringmalang kondisinya sepi.
“Apalagi, tempat baru yang disiapkan merupakan pasar desa. Dan pedagang harus mencicil untuk memanfaatkannya. Akan jelas membebani,” jelas Pane.
Pengacara yang kondang di wilayah Beji ini menegaskan, sebelum pasar terbakar ia mendapat informasi ada orang tak dikenal duduk-duduk di balik baliho pasar.
“Tak lama kemudian, pasar setempat terbakar. Ini menambah kecurigaan kami,” tambahnya.
Karena itulah, ia berharap pihak kepolisian bertindak untuk mengusut dugaan pembakaran atas pasar setempat. “Kami minta agar kasus tersebut diusut. Selain harapan kami agar ada pembangunan ulang oleh Pemkab. Apa susahnya sih membangun untuk rakyat,” sindirnya.
Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Diana Lukita Rahayu mengaku prihatin dengan kebakaran tersebut. Karenanya, ia pun menurunkan tim untuk meninjau kondisi pasar. Serta menyiapkan langkah agar pedagang bisa tetap jualan.
Salah satunya, dengan mengarahkan pedagang untuk menempati pasar baru. “Tentunya kami sangat prihatin. Kami turunkan tim untuk mengarahkan agar pedagang bisa tetap berjualan. Misalnya dengan memanfaatkan pasar baru (pasar desa, red). Karena, untuk merevitalisasi pasar setempat kami tidak memiliki anggaran,” paparnya.
Kapolres Pasuruan, AKBP Bayu Pratama Gubunagi mengaku, belum bisa memastikan. Apakah pasar sengaja dibakar atau karena faktor lain. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. “Masih dalam penyelidikan,” singkatnya. (one/hn) Editor : Ronald Fernando