Betapa tidak, pasar yang sudah dibangun itu tidak sedikit yang mangkrak. Seperti di Raci, Kecamatan Bangil. Pasar desa tersebut mangkrak, tak kunjung difungsikan.
Hal ini pun menjadi perhatian Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf. Menurutnya, pembangunan pasar desa ditujukan untuk mengoptimalkan keberadaannya. Bisa lebih representatif dan bersaing dengan sejumlah toko modern.
Dari situlah, perekonomian warga bisa berputar. “Karena itulah, kami men-support pembangunan pasar-pasar desa di Kabupaten Pasuruan,” jelas Irsyad.
Namun, kenyataannya, belum semua pasar desa yang ada, berfungsi sebagaimana mestinya. Hal inilah yang sangat disayangkannya. Karena itulah, ia berharap agar pemerintah desa bisa memaksimalkan pasar desa yang ada.
“Kami telah banyak men-support pembangunan pasar-pasar desa. Namun, di lapangan, ada yang tidak berfungsi optimal. Kami harap, peran pemerintah desa untuk memfungsikan sebagaimana mestinya,” harapnya.
Kepala Desa Raci, Kecamatan Bangil, M. Tomo mengakui, kalau pasar desa di tempatnya memang belum berfungsi. Hal ini dikarenakan pihaknya masih melakukan penataan.
“Ada beberapa bagian yang masih akan kami realisasikan pembangunannya. Jadi, masih butuh penataan,” bebernya.
Perlu diketahui, tahun ini, Pemkab Pasuruan bakal kembali menggulirkan dana untuk pasar desa. Sebanyak 26 pasar desa bakal dibenahi. Tersebar di 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan.
Seperti di Pohgading, Kecamatan Pasrepan; Winong, Kecamatan Gempol; Ngembe, Kecamatan Beji; dan sejumlah pasar desa lainnya. Dana Rp 4,3 miliar disiapkan untuk mewujudkannya. (one/mie) Editor : Jawanto Arifin