Kerusakan plengsengan itu terjadi sejak sekitar 2 tahun lalu. Warga pernah berencana memperbaikinya sendiri. Anggarannya swadaya. Tapi, rencana itu gagal terlaksana. Menurut Sunarto, warga Pesanggrahan, Kelurahan Gempeng, plengsengan tersebut jebol akibat hujan deras dan tekanan air bah di sungai.
Kondisi itu membuat air Sungai Kedunglarangan kerap masuk ke permukiman. Warga khawatir banjir jika air sungai tiba-tiba tinggi dan meluap.
"Kami harap ada perbaikan. Kami cemas kalau hujan deras," ungkapnya.
Hal senada diungkapkan Joni, warga Pesanggrahan lainnya. Warga memang sempat hendak swadaya. Namun, gagal terlaksana. Mengapa?
"Karena terlalu panjang dan lebar kerusakannya. Tidak cukup ditangani secara swadaya," bebernya.
Salah satu ketua RT setempat, Totok, berharap segera ada perbaikan plengsengan itu. Tidak hanya bagian yang jebol, tetapi juga membangun plengsengan di lokasi yang belum ada plengsengannya.
”Kalau sudah hujan deras, biasanya air masuk ke kampung. Tingginya bisa sampai 50 cm,” tuturnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris menyatakan, bakal mengecek lokasi lebih dulu. Juga memastikan lokasi itu kewenangan siapa. Kalau memang bisa ditangani dengan dana kedaruratan, tentu perbaikan akan dilakukan.
Namun, jika tidak bisa, maka perbaikan akan diusulkan oleh instansi yang memiliki kewenganan. ”Sungai setempat kan masuk kewenangan BBWS Brantas. Kami akan cek dulu seperti apa,” ujar Harris. (one/far) Editor : Ronald Fernando