Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Warga Beji Demo Bawa Enceng Gondok ke Kantor Dewan dan Pemkab

Jawanto Arifin • Kamis, 8 Desember 2022 | 12:05 WIB
BENTUK PROTES: Enceng gondok yang diletakkan di depan kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)
BENTUK PROTES: Enceng gondok yang diletakkan di depan kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)
BANGIL, Radar Bromo - Enceng gondok menutup Kali Wrati. Bertahun-tahun masalah sungai tersebut tidak diselesaikan. Ada masalah limbah. Enceng gondok juga tumbuh menutup sungai sepanjang berkilo-kilometer di daerah aliran sungai (DAS) tersebut. Warga marah.

Rabu (7/12), masyarakat Desa Kedungringin, Kedungboto, dan Cangkringmalang, Kecamatan Beji, bergabung dengan warga Desa Tambakan, Kecamatan Bangil. Amarah terakumulasi. Mereka berunjuk rasa di kompleks perkantoran pemkab di Raci dan kantor DPRD Kabupaten Pasuruan.

Kekesalan ditumpahkan. Tidak hanya membentangkan poster. Warga juga mengangkut enceng gondok dan kemudian menaruhnya di depan kantor Dinas SDA, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan serta kantor DPRD Kabupaten Pasuruan.

Photo
Photo
MINTA DIPERHATIKAN: Warga saat berunjuk rasa di kompleks perkantoran di Raci. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

”Kami kesal. Tidak ada perhatian pemerintah daerah untuk pembersihan enceng gondok di DAS Wrati,” kata Henry Sulfianto, koordinator aksi.

Dia mengklaim warga telah membersihkan sungai tersebut sepanjang sekitar 10 kilometer. Tersisa sekitar 7 kilometer yang ditumbuhi enceng gondok. Masyarakat belum mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah. Arus air pun tidak bisa lancar ke muara.

”Jangan alasan DAS Wrati bukan kewenangan Pemkab Pasuruan. Kalau tidak mendapat perhatian, lebih baik wilayah kami masuk Sidoarjo,” bebernya.



Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Elyas meminta dinas terkait segera bersikap. Jangan lagi ada alasan untuk tidak melakukan pembersihan. ”Kami minta segera dibersihkan,” sampainya.

Hal senada disampaikan Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Aripin. Dia mendorong pembersihan Sungai Wrati. Kalau perlu, tambak atau sawah yang terdampak bisa dibebaskan pajak bumi dan bangunan. Agar masyarakat tidak terdampak lebih berat.

”Kawasan setempat kerap banjir dan airnya juga terserang limbah. Lahannya jarang digunakan. Makanya, kami minta mereka yang terdampak bisa dibebaskan dari PBB agar tidak semakin terbebani,” tandasnya.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Najib Setiawan juga bereaksi keras atas persoalan ini. Legislator yang berdomisili di Kedungringin kesal dengan persoalan pencemaran Sungai Wrati. Juga, masalah enceng gondok yang tak kunjung teratasi.

”Mulai zaman Nabi Adam sampai Nabi Muhammad, persoalan di Sungai Wrati tak kunjung diatasi. Kasian masyarakat,” sampainya.

Kepala Dinas SDA, Cipta Karya, dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Hari Aprianto menyatakan segera melakukan bersih-bersih Sungai Wrati. Alat berat akan diturunkan untuk mengatasi enceng gondok di sana.

”Segera kami tindak lanjuti dengan melakukan pembersihan,” paparnya. (one/far) Editor : Jawanto Arifin
#dprd kabupaten pasuruan #demo warga #pemkab pasuruan #sungai wrati