Menurut Anita, 39, salah satu warga Kelurahan Dermo, lubang-lubang di ruas jalan tersebut lebar-lebar dan menganga. Kondisinya membahayakan pengguna jalan. Khususnya, pengendara roda dua.
Bahkan, ada pemotor yang jatuh terperosok. Warga geram. Akhirnya, mereka memilih menancapkan pohon pisang di tengah jalan. ”Ini protes kami karena tidak kunjung ada pembenahan,” ujarnya.
Anita menyatakan, perbaikan jalan setempat sangat mendesak karena menjadi akses menuju sekolah. Sudah lama kerusakan terjadi. Kondisinya semakin parah. Pohon pisang bisa menjadi tanda bagi pengguna jalan agar tidak terperosok. Khususnya malam hari.
”Kalau malam sangat gelap. Kami harap bisa segera dilakukan perbaikan,” harapnya.
Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan Cahyo Fajar menegaskan, perbaikan jalan Lumpang Bolong sudah masuk perencanaan. Rencana perbaikan masuk dalam P-APBD 2022.
”Dalam waktu dekat perbaikan dilakukan,” ujarnya. (one/far) Editor : Jawanto Arifin