Tepat sehari menjelang hari ulang tahun ke-77 Republik Indonesia, puluhan pegiat seni budaya dan elemen masyarakat lainnya, memilih untuk merayakannya dengan bertakziah ke makam Sagiman alias Pak Sakera. Mereka beralasan, Pak Sakera merupakan pahlawan yang harusnya mendapatkan perhatian dari pemerintah.
Bahkan, seharusnya Pak Sakera bisa menjadi pahlawan nasional. Ketua Forum Pamong Kebudayaan (FKP) Jatim, Ki Bagong Sabdo Sinukarto memandang, Pak Sakera merupakan simbol perjuangan rakyat dari penjajahan Belanda dan antek-anteknya.
Perjuangan Pak Sakera tersebut, seharusnya mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Termasuk dengan memasukkannya sebagai pahlawan nasional. Agar semua masyarakat mengenang jasanya.
“Kami mendorong agar pemerintah bisa menjadikan Pak Sakera ini sebagai pahlawan nasional,” ungkap Ki Bagong.
Menurut Ki Bagong, bukan hanya Pak Sakera yang patut dijadikan pahlawan nasional. Celurit panjang atau yang disebut monteng, juga perlu menjadi senjata khas Kabupaten Pasuruan. Karena merupakan bagian dari peninggalan sejarah.
“Monteng ini merupakan sabit panjang yang digunakan Pak Sakera untuk menjalankan tugas berkebun tebu. Ini harusnya bisa menjadi senjata khas daerah. Karena bagian dari sejarah,” bebernya.
Sejumlah harapan tersebut, diungkapkan Ki Bagong ketika menggelar takziah di makam Pak Sakera yang ada di Kolursari, Kecamatan Bangil. Ia berharap, kehadiran pegiat seni dan budaya ke makam Pak Sakera bisa menjadi pengingat. Bagi penerus bangsa. Tentang sosok Pak Sakera, yang merupakan seorang pejuang di era Belanda.
“Kami sangat berharap, adik-adik kami ataupun generasi penerus bangsa, tidak melukapan perjuangan para pahlawan. Termasuk cerita perjuangan Pak Sakera. Ini merupakan upaya, untuk mengenang perjuangan beliau,” terangnya. (one/fun) Editor : Jawanto Arifin