Kondisi itu menjadi sorotan Abu Bakar Assegaf, warga masyarakat Bangil yang juga owner klub sepak bola Assyabaab. Dia memandang, perhatian pemerintah terhadap sarana olahraga di area publik sangatlah kurang. Buktinya, alun-alun yang menjadi pusat kunjungan masyarakat tidak dilengkapi sarana olahraga tersebut.
Kondisi itu jauh berbeda dengan keberadaan alun-alun di tempat lain. Misalnya Jember. Ada fasilitas olahraga, seperti lapangan basket. Tapi, di Alun-alun Bangil, tidak ada fasilitas seperti itu. ”Sangat disayangkan,” ungkapnya.
Abu Bakar berpandangan, sarana olahraga seharusnya disediakan di Alun-alun Bangil agar alun-alun lebih bermanfaat. Tidak hanya menjadi tempat pacaran remaja atau sarang mabuk-mabukan.
”Kalau ada sarana olahraga, tentu akan membangkitkan hal-hal positif. Jadi, perlu disediakan. Entah itu lapangan voli atau sarana lain,” bebernya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto menjelasksan, Alun-alun Bangil merupakan tempat yang dikonsep sebagai sarana wisata keluarga. Karenanya, fasilitas permainan lebih ditonjolkan.
Sementara, untuk sarana olahraga, baru ada jogging track. Sarana olahraga memang tidak ditempatkan di Alun-alun Bangil. Bisa di GOR Bangil, Stadion Pogar, atau fasilitas olahraga lain. ”Yang ada hanya jogging track. Sarana olahraga memang bukan di Alun-alun Bangil,” tegas Heru. (one/far) Editor : Jawanto Arifin