Informasi yang diperoleh radarbromo.jawapos.com insiden tersebut berlangsung Selasa sore (21/12). Sekitar pukul 17.00, Lukman salah satu tokoh Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, mendatangi rumahnya. Lukman datang untuk mengklarifikasi persoalan internal yang ada di desa.
Tapi, kedatangan Lukman, malah disambut dingin oleh Bambang. Ia menantang Lukman untuk duel. Bahkan, menyerahkan wedung kepada Lukman.
Sementara, Bambang sendiri memegang celurit. Layaknya orang kebal, Bambang pun mengujikan celurit tersebut ke tangan kirinya. Dua kali bacokan. Ia mengira, tangannya akan kebal bacokan. Tidak tahunya, malah membuatnya luka dan mengeluarkan darah. Kontan, hal itu memicu kepanikan. Bambang kemudian dilarikan ke RSUD Bangil untuk mendapatkan perawatan.
Kepala Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, Suseno Ali membenarkan kejadian tersebut. Kejadiannya bermula dari persolan internal berkaitan dengan rencana pembangunan balai dusun di desa setempat. Namun, berujung cekcok. Tidak hanya di tempat terbuka, tetapi juga di grup WA.
Saat kejadian, sebenarnya, Lukman hendak klarifikasi. Berbicara baik-baik. Namun, malah ditanggapi berbeda oleh Bambang. Seolah mau nantang duel, Bambang menyerahkan senjata tajam.
Bambang Moko saat itu memang membawa senjata tajam berupa celurit. “Entah mau menunjukkan kekuatan atau bagaimana, Pak Bambang ini kemudian mencoba untuk membacok-bacokkan celurit ke tangannya. Ternyata, malah berakhir luka,” jelasnya.
Mendapati hal itu, warga yang mengetahui hal itu menjadi panik. Dan melarikannya ke RSUD Bangil untuk mendapatkan penanganan.
Kapolsek Bangil, Kompol Indro Susetiyo mengaku, belum memperoleh laporan atas kejadian tersebut. “Saya cek dulu ya. Belum ada laporannya soalnya,” bebernya. (one/fun) Editor : Fandi Armanto