Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Semakin Dangkal, Kali Kendal Salah Satu Pemicu Banjir di Beji Dikeruk

Jawanto Arifin • Rabu, 16 Juni 2021 | 17:10 WIB
NORMALISASI: Alat berat mengeruk Kali Kendal untuk mencegah banjir dan mengembalikan fungsinya sebagai jaringan irigasi. (Iwan Andrik/Radar Bromo)
NORMALISASI: Alat berat mengeruk Kali Kendal untuk mencegah banjir dan mengembalikan fungsinya sebagai jaringan irigasi. (Iwan Andrik/Radar Bromo)
BEJI, Radar Bromo - Bertahun-tahun banjir kerap melanda Desa Kedungboto dan sekitarnya. Pada 2021 ini, Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan mengeruk Kali Kendal. Sungai itu lah yang kerap meluap dan membanjiri desa-desa di sekitarnya.

Kondisi Kali Kendal semakin dangkal. Jika hujan deras dan air laut pasang, sungai itu sering meluap. Karena itu, perlu pengerukan agar lebar dan dalam sungai menjadi normal. Banyak sampah dan endapan. Setidaknya selama dua tahun ini, tidak ada normalisasi sungai.

Kepala Dinas SDA dan Tata Ruang Misbah Zunib menjelaskan, normalisasi Sungai Kendal sudah berjalan sejak sepekan terakhir. Pengerukan dilakukan setelah banyak keluhan masyarakat. Sungai itu menjadi biang banjir kalau hujan deras. Banjir sampai menutup jalan antara Bangil dan Beji melewati wilayah Glanggang.

Normalisasi tersebut dilakukan dengan menggunakan dua alat berat. Satu sisi di wilayah Kedungoboto. Satu unit lain bekerja di wilayah Glanggang. Sama-sama masuk Kecamatan Beji.

Kali Kendal direncanakan dikeruk hingga sepanjang 1 kilometer. Lebar sungainya dinormalkan menjadi 5 meter. ”Sungai ini memang berada di perbatasan Kedungboto dan Glanggang,” imbuhnya.

Selain mengatasi banjir, lanjut Misbah, normalisasi sungai ini juga bertujuan mengembalikan fungsi jaringan irigasi. Saluran irigasi ke persawahan warga sangat penting. Sebab, sawah mereka sulit memperoleh air saat musim kemarau seperti sekarang.

”Karena aliran air sedikit dan kerap tersendat. Tidak menjangkau persawahan warga,” bebernya. (one/far) Editor : Jawanto Arifin
#banjir beji