Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sebelum Wafat, Kiai Nawawi Sempat Mengeluh Sakit Lambung

Jawanto Arifin • Senin, 14 Juni 2021 | 14:07 WIB
Ambulans yang membawa jenazah Kiai Nawawi saat tiba di area Ponpes Sidogiri. Inset Kiai Nawawi semasa hidup. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)
Ambulans yang membawa jenazah Kiai Nawawi saat tiba di area Ponpes Sidogiri. Inset Kiai Nawawi semasa hidup. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)
BANGIL, Radar Bromo - Wafatnya KH Nawawi Abdul Djalil jadi duka bersama. Sebab, Kiai Kharismatik pengasuh ponpes Sidogiri itu merupakan salah satu tokoh panutan umat.

Katib Syuriah PCNU Kabupaten Pasuruan, KH. Muhibbul Aman mengatakan, Kiai Nawawi sempat menjalani perawatan di rumah sakit Lavalete di Malang. Ia dilarikan ke rumah sakit sejak Rabu (9/6), lantaran sakit lambung.

Kiai Nawawi yang juga Mustasyar PBNU itu menjalani perawatan selama tiga hari. Lalu Sabtu (12/6), kondisinya membaik. Karena itu, dia dipindah ke RSUD Bangil.

Namun, kemudian kesehatan Kiai Nawawi kembali memburuk. Dan Minggu sore, Kiai Nawawi dinyatakan meninggal. "Selain faktor usia, beliau juga memiliki riwayat penyakit lambung. Penyakitnya kambuh," ujar Muhibbul Aman.

Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengungkapkan, Kiai Nawawi merupakan seorang kiai kharismatik. Dia memiliki ribuan santri yang tersebar di sejumlah daerah.

Wafatnya Kiai Nawawi tentu meninggalkan duka. Sehingga, berpotensi memicu gelombang pelayat atau pentakziah untuk berdatangan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Dandim dan Kapolres untuk mengantisipasi kedatangan para santri serta simpatisan Pondok Pesantren Sidogiri untuk tidak berdatangan," ujar Gus Irsyad yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pasuruan.

Salah satu caranya menyosialisasikan maklumat Ponpes Sidogiri. Agar para santri dan simpatisan tidak datang ke Ponpes Sidogiri.

Salat jenazah misalnya, bisa dilakukan dengan salat gaib di musala-musala. Supaya, tidak sampai terjadi kerumunan massa.

"Kiai Nawawi memiliki ribuan santri. Bisa dibilang beliau itu kiainya kiai. Beberapa Bupati dan Wali Kota daerah lain ada yang hendak bertakziah. Tapi kami minta untuk tidak dilakukan," imbuh Gus Irsyad –sapaan akrab Irsyad Yusuf-.

Gus Irsyad menambahkan, doa untuk Kiai Nawawi dinilainya bisa dilakukan tanpa harus datang ke Ponpes Sidogiri. Ia pun yakin, doa tersebut bisa khidmad.

Menurut Gus Irsyad, Kiai Nawawi merupakan sosok yang sangat sabar. Dia bahkan sering mampir ke pendapa Kabupaten Pasuuran untuk sekadar silaturahmi dan memberikan doa untuknya.

Namun, usia Kiai Nawawi memang tak lagi muda. Sekitar 73 tahun. Kepadanya, Kiai Nawawi sempat menyampaikan sakit yang dialaminya.

"Sebelum meninggal, saya sering bertemu beliau. Selain faktor usia, beliau juga memiliki penyakit lambung dan migrain," tutupnya. (one/hn) Editor : Jawanto Arifin
#rsud bangil #sosok kiai nawawi #ulama kharismatik #ponpes sidogiri #kiai nawawi wafat #kiai nawawi sidogiri