Program CoE merupakan program dari Direktorat SMK Kemendikbud. Proses pembelajarannya berbasis produk dan memperkuat teaching factory dan pembelajaran berbasis industri.
“Program CoE di SMKN 1 Bangil, ini juga dalam rangka mempersiapkan menjadi BLUD (Badan Layanan Umum Daerah). Jadi, saat ini masih awal, di mana, pembelajaran sudah bisa menghasilkan produk atau karya yang bisa dijual,” ujar Kepala SMKN 1 Bangil Ir. H. Indra Jaya, M.Pd.
Produk yang dihasilkan pelajar SMKN 1 Bangil, sudah beragam. Mulai produk fashion; produk multimedia, seperti berbagai karya akrilik; suvenir kayu; jasa pembuatan website dan aplikasi mobile; serta instalasi dan administrasi jaringan data. Ada juga pemeliharaan dan perbaikan AC; instalasi tenaga listrik; tune up mobil sampai membuat produk panel surya.
Selain memiliki 9 program keahlian atau jurusan, kini lewat program CoE, ada 8 kelas industri yang bekerja sama dengan 291 perusahaan besar dan kecil. Kelas itu langsung sinkron dengan kurikulum berbasis kebutuhan IDUKA.
Delapan kelas industri tersebut adalah Kelas PJB (Pembangkit Jawa Bali), Kelas Festo, Kelas Cicco, Kelas Microtic, Kelas Panasonic Gobel Indonesia, Kelas YMPI (Yamaha Musical Products Indonesia), Kelas Oracle, dan Kelas Internet Marketing (ID Management). Diharapkan, CoE ini bisa lebih meningkatkan kualitas lulusan SMKN 1 Bangil, dan penggerak bagi SMK sekitarnya. (eka/adv) Editor : Jawanto Arifin