Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Dewan Desak Pasang EWS di Sungai yang Rawan

Fandi Armanto • Jumat, 19 Februari 2021 | 16:53 WIB
RAWAN: Kondisi kali Kedunglarangan yang beberapa waktu lalu tanggulnya jebol. Dewan mendesak agar sungai yang rawan bisa dipasang alat EWS. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)
RAWAN: Kondisi kali Kedunglarangan yang beberapa waktu lalu tanggulnya jebol. Dewan mendesak agar sungai yang rawan bisa dipasang alat EWS. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)
PASURUAN, Radar Bromo- Banjir masih menjadi ancaman bagi sejumlah warga di wilayah Kabupaten Pasuruan. Selain pengaruh hujan, beberapa wilayah yang dilalui sungai besar menjadi faktornya.

Seperti aliran Sungai Kedunglarangan yang kerap meluap dan menimbulkan banjir di Kalianyar, Manaruwi hingga Kalirejo di Kecamatan Bangil atau Sungai Kambeng, di wilayah Kepulungan, Kecamatan Gempol.

Karenanya, DPRD Kabupaten Pasuruan berharap agar ada pemasangan alat peringatan dini atau early warning system (EWS) di sungai-sungai. Sehingga, warga yang tinggal di dekat sungai besar bisa bersiap bila banjir terjadi.

“EWS ini diperlukan agar tidak sampai muncul korban jiwa,” kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Andri Wahyudi.

Menurut Andri, pemasangan EWS di sungai-sungai besar sangat urgen dilakukan. Karena bisa meminimalisasi dampak bencana banjir ketika melanda. Dengan keberadaan EWS di sungai-sungai besar, masyarakat bisa melakukan antisipasi sejak dini.

“Kami minta agar dipasang EWS di sungai-sungai yang berpotensi memicu bencana. Seperti di Kedunglarangan atau di Sungai Kambeng dan sungai-sungai lain,” pintanya.

Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Ridwan Harris menguraikan, pemasangan EWS sebenarnya sudah dilakukan di beberapa sungai. Selain Sungai Welang, Kecamatan Kraton juga ada di Sungai Petung, Kecamatan Pasrepan.

Untuk Sungai Kedunglarangan, memang belum terpasang. Tapi sudah ada CCTV yang dipasang oleh BPBD Jatim di wilayah Bekacak yang merupakan aliran hulu Sungai Kedunglarangan.

“Memang untuk EWS belum terpasang oleh BBWS Brantas. Tapi ada CCTV yang dipasang di Bekacak,” sampainya.

Pemasangan CCTV itu, bisa menjadi semacam alarm. Karena volume air Sungai Kedunglarangan yang menuju Kalianyar bisa terpantau.

“Ketika ada potensi banjir  kami mendapat informasi dari BPBD Jatim. Kami pun melanjutkan dengan memberikan peringatan dini kepada warga agar mereka mengevakuasi diri. Misalnya ke masjid,” bebernya.

Sementara untuk sungai Kambeng di Kepulungan ia mengakui belum ada ESW. Pihaknya pun belum memastikan kapan EWS tersebut dipasang.

“Kalau untuk Kepulungan, kasusnya berbeda. Banjir yang terjadi dipengaruhi sumbatan air oleh sampah dan barongan,” timpalnya. (one/fun) Editor : Fandi Armanto
#ews di sungai #early warning system sungai #kebencanaan kabupaten pasuruan #bpbd kabupaten pasuruan