Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan Heru Ferianto mengatakan, meski sejauh ini masih ada pembatasan aktivitas di alun-alun, namun pemeliharaan rutin terus dilakukan.
Sementara penambahan sarprasnya, baru bisa direalisasikan di P-APBD kali ini. Dengan anggaran Rp 200 juta itu, rencananya anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk tamanisasi, penambahan tanaman sampai perbaikan drainase.
“Secara detail, saat ini desain masih dibuat (rencana penambahan sarprasnya). Namun, secara garis besar untuk perbaikan sarpras dan tamanisasi, tujuannya untuk kenyamanan pengunjung di sana,” ujar Heru.
Keberadaan Alun-alun Bangil sendiri dinilai cukup vital. Sebab, menjadi jantung pusat Kota Bangil yang jadi ibu kota kabupaten. Upaya mempercantik alun-alun di P-APBD kali ini juga disebutkan sebagai persiapan untuk penilaian Adipura Bangil tahun 2021 mendatang.
Kendati baru didok, dengan durasi pengerjaan kurang lebih 4 bulan, Heru optimistis proses tamanisasi di Alun-alun Bangil bisa selesai sampai akhir tahun mendatang,”Mulai desain dan pengerjaan akan dikebut sehingga selesai pada Desember mendatang,” jelasnya. (eka/mie) Editor : Jawanto Arifin