Hal inilah yang membuat Puskesmas Beji, mengaktifkan kegiatan Posyandu Remaja. Sebagai salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat. Termasuk remaja dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan dalam memperoleh pelayanan kesehatan.
Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan, hingga Juli 2019, posyandu remaja yang terbentuk di seluruh Kabupaten Pasuruan sejumlah 54 pos. Dari 54 pos tersebut, 4 diantaranya ada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Beji. Kegiatan Posyandu Remaja di Puskesmas Beji, terbilang aktif.
“Oktober 2018 lalu misalnya. Di Puskesmas Beji mengadakan SMD (Survei Mawas Diri) terkait pembentukan posyandu remaja di empat desa yaitu Baujeng, Wonokoyo, Gunungsari, dan Kedungboto sebagai desa percontohan. Responden SMD yaitu remaja, masyarakat, dan tokoh agama dari masing-masing desa. Hasil dari SMD yaitu remaja kurang bisa mengakses seluruh pelayanan kesehatan pada jam operasional puskesmas karena sekolah, atau terkendala kegiatan lain,” beber Kepala Puskesmas Beji, dr. Arma Roostina Heliantin, Kepala Puskesmas Beji
Sehingga banyak menginginkan untuk dibentuk posyandu remaja di empat desa tersebut. Usulan masyarakat tersebut oleh bidan desa dan petugas puskesmas diajukan ke pihak desa pada saat MMD (Musyawarah Masyakarakat Desa), untuk didapatkan hasil yang sesuai dengan tujuan bersama. Dari hasil MMD, empat desa yang sudah dilaksanakan, kepala desa dari ke-empat desa tersebut menyetujui bahwa posyandu remaja dibentuk di desanya masing-masing.
Ke-empat desa mulai melakukan pelayanan posyandu remaja yaitu pada bulan April 2019. Pelayanan posyandu remaja setiap bulannya terdiri dari pelayanan oleh kader posyandu remaja. Ada banyak pelayanan ketika Posyandu Remaja digelar. Mulai pelayanan kesehatan, hingga konseling. Semuanya ditangani oleh tenaga ahli yang sesuai bidang.
“Posyandu remaja yang sudah terbentuk dipantau dan dibina oleh petugas pemegang program KRR (Kesehatan Reproduksi Remaja) dan program promosi kesehatan yang ada di Puskesmas Beji. Petugas melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan posyandu remaja dengan menghadirkan segala unsur yang ada di desa,” pungkas Arma Roostina Heliantin. (one/fun) Editor : Jawanto Arifin