Keenam atlet itu dibentuk dalam tiga tim. Masing-masing tim terdiri atas dua atlet. Mereka yakni Jimly/Fatikh, Brodin/Dito, dan Anjani/Sarah. Dipilihnya keenam atlet itu juga melalui serangkaian seleksi yang cukup ketat.
Mereka akan bertarung dalam kelas double melawan puluhan peserta lain dari berbagai kota. “Proses seleksi sebenarnya sudah berlangsung sejak September lalu,” kata Ketua Harian FOPI Kota Pasuruan Budi Utomo, Rabu (16/1).
Pihaknya menyeleksi puluhan atlet. Dalam proses seleksi, enam atlet itulah yang terpilih. “Mereka yang akan kami kirimkan untuk mewakili Kota Pasuruan dalam turnamen internasional di Solo nanti,” ujarnya.
Kini, seluruh atlet yang terpilih itu telah memasuki pemusatan latihan cabang. Mendekati turnamen, skill para atlet juga terus digenjot. Tim pelatih dari FOPI juga terus mematangkan persiapan atlet secara mental. “Frekuensi latihan kami tingkatkan. Sejak beberapa pekan ini kami sudah latihan setiap hari. Hanya jeda di hari Minggu agar anak-anak bisa beristirahat,” ujar Budi.
Selain itu, lanjut Budi, para atlet juga dilatih untuk cerdik dalam memusatkan konsentrasinya. Karena setiap atlet Petanque lebih banyak dituntut untuk memiliki perhitungan matang. Terutama, terkait dengan teknik lemparan bola pada satu titik. “Jadi, latihan untuk memaksimalkan konsentrasi, kemudian juga dibarengi dengan teknik lemparan serta ayunan yang akurat,” jelasnya. (tom/rud) Editor : Jawanto Arifin