alexametrics
30.3 C
Probolinggo
Friday, 27 May 2022

Ada Warga yang Tolak Penangguhan Penahanan Kades Jabung Candi, Ini Alasannya

PAJARAKAN, Radar Bromo – Empat orang yang mengaku warga dari Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Rabu (30/10) pagi mendatangi mapolres Probolinggo. Kedatangan mereka guna menyampaikan petisi ke pihak kepolisian untuk menolak pengajuan penangguhan terhadap Ahmad Haris. Mereka menilai, jika penangguhan persetujuan itu disetujui dikhawatirkan akan mengintervensi dan mengancam warga.

Muhammad Hadi Rifai salah seorang warga mengatakan, dengan ditangkapnya Kades yang diduga menyalahgunakan jabatan itu sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian. Menurutnya, dengan ditahannya Haris, warga Jabung Candi merasa aman dan kondusif.

“Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian telah merespons laporan kami. Dengan ditahannya tersangka, kami aman dan kondusif,” kata Hadi sapaan akrab pria tersebut.

Kedatangannya ke polres guna mengajukan surat penolakan penangguhan penahanan terhadap Haris. Menurutnya, jika pihak kepolisian menangguhkan penahanan dikhawatirkan tersangka melakukan intimidasi. Yaitu, kepada para korban yang pernah dimintai biaya untuk mengurus Akta Jual Beli (AJB).

“Yang kami khawatirkan itu. Karena itu, kami membawa tanda tangan 200 lebih warga untuk tidak memberi izin pengajuan penangguhan penahanan disetujui,” ungkapnya.

Mendapati hal itu, Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riski Santoso mengatakan, pihaknya menerima aspirasi masyarakat. Namun, pihaknya tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Untuk pengajuan penahanan terhadap tersangka sepenuhnya wewenang Kapolres.

“Suratnya sudah kami sampaikan kepada pimpinan. Untuk disetujui atau tidak itu hak pimpinan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum tersangka Mustaji menjelaskan, penangguhan penahanan itu diajukan karena Haris mengidap penyakit jantung. Itu diderita oleh kliennya selama setahun belakangan. Karena alasan itu, pihaknya meminta penangguhan untuk dilakukan. “Dua minggu sekali harus check up ke Malang. Karena itu kami berupaya untuk ditangguhkan,” katanya.

Ia juga menjelaskan, satu hari setelah ditetapkan sebagai tersangka kliennya sempat kejang. “Karenanya penangguhan dibutuhkan. Tetapi, untuk persetujuan adalah hak pihak kepolisian,” jelasnya. (sid/fun)

PAJARAKAN, Radar Bromo – Empat orang yang mengaku warga dari Desa Jabung Candi, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Rabu (30/10) pagi mendatangi mapolres Probolinggo. Kedatangan mereka guna menyampaikan petisi ke pihak kepolisian untuk menolak pengajuan penangguhan terhadap Ahmad Haris. Mereka menilai, jika penangguhan persetujuan itu disetujui dikhawatirkan akan mengintervensi dan mengancam warga.

Muhammad Hadi Rifai salah seorang warga mengatakan, dengan ditangkapnya Kades yang diduga menyalahgunakan jabatan itu sangat berterima kasih kepada pihak kepolisian. Menurutnya, dengan ditahannya Haris, warga Jabung Candi merasa aman dan kondusif.

“Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian telah merespons laporan kami. Dengan ditahannya tersangka, kami aman dan kondusif,” kata Hadi sapaan akrab pria tersebut.

Kedatangannya ke polres guna mengajukan surat penolakan penangguhan penahanan terhadap Haris. Menurutnya, jika pihak kepolisian menangguhkan penahanan dikhawatirkan tersangka melakukan intimidasi. Yaitu, kepada para korban yang pernah dimintai biaya untuk mengurus Akta Jual Beli (AJB).

“Yang kami khawatirkan itu. Karena itu, kami membawa tanda tangan 200 lebih warga untuk tidak memberi izin pengajuan penangguhan penahanan disetujui,” ungkapnya.

Mendapati hal itu, Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP Riski Santoso mengatakan, pihaknya menerima aspirasi masyarakat. Namun, pihaknya tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Untuk pengajuan penahanan terhadap tersangka sepenuhnya wewenang Kapolres.

“Suratnya sudah kami sampaikan kepada pimpinan. Untuk disetujui atau tidak itu hak pimpinan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum tersangka Mustaji menjelaskan, penangguhan penahanan itu diajukan karena Haris mengidap penyakit jantung. Itu diderita oleh kliennya selama setahun belakangan. Karena alasan itu, pihaknya meminta penangguhan untuk dilakukan. “Dua minggu sekali harus check up ke Malang. Karena itu kami berupaya untuk ditangguhkan,” katanya.

Ia juga menjelaskan, satu hari setelah ditetapkan sebagai tersangka kliennya sempat kejang. “Karenanya penangguhan dibutuhkan. Tetapi, untuk persetujuan adalah hak pihak kepolisian,” jelasnya. (sid/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/