Soal Limbah Pabrik Gula Picu Petaka, Begini Kata DLH

DRINGU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo mengaku sudah pernah mengingatkan Pabrik Gula (PG) terkait limbah yang mereka buang. Baik itu PG Wonolangan maupun Gending.

Terutama saat musim kemarau. Sebab, limbah itu akan kembali bereaksi. Selasa (30/10) DLH masih mengumpulkan informasi terkait keberadaan limbah yang menelan korban itu.

Hasilnya, menurut Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Rachmad Waluyo, masih menunggu dari tim yang berangkat ke lokasi.

“Kami baru mengetahui. Jadi, kami masih tidak bisa berkomentar banyak atas kejadian itu,” tuturnya saat ditemui di kantornya.

Rachmad berjanji akan menyampaikan penjelasan lebih detail pasca pemeriksaan anak buahnya di lapangan. “Nanti setelah penyelidikan dilakukan, akan kami beri keterangan. Untuk saat ini kami tidak bisa berkomentar banyak dulu,” terangnya

Sejatinya, menurut Rachmad, limbah abu ketel itu sebenarnya tidak berbahaya untuk lingkungan sekitar. Namun, yang bahaya itu adalah ketika ada yang tercebur.

Sebab, limbah itu mengandung panas ketika musim panas seperti ini. “Kalau untuk lingkungannya tidak bahaya itu. Bahayanya itu kalau tercebur. Itu kan panas. Untuk pertanian itu malah menyuburkan,” katanya. (sid/mie)