alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Lahan Terbakar di Welirang Capai 45 Hektare, Jalur Pendakian Belum Dibuka

PRIGEN, Radar Bromo – Kobaran api di Blok Sumber Krecekan, Kelurahan/Kecamatan Prigen, lereng Gunung Welirang, sejak Rabu malam (28/8), akhirnya bisa dijinakkan Jumat dini hari (30/8). Meski begitu, jalur pendakian di Gunung Welirang-Arjuno masih belum dibuka.

“Kebakaran hutan di wilayah kami apinya sudah berhasil dipadamkan. Butuh waktu sehari untuk memadamkannya. Kami menggunakan kayu dan ranting dipukulkan ke titik api yang ada untuk memadamkannya,” jelas Kepala Resort 3 Tahura R. Soerdjo wilayah Pasuruan, Agus Budi Utomo.

Dari pendataan yang dilakukan, areal kebakaran kali ini mencapai sekitar 45 hektare. Dengan vegetasi terbakar mayoritas alang-alang dan semak belukar. Juga ada beberapa di antaranya tegakan cemara gunung.

Meskipun sudah padam, Jumat (30/8) dari pagi hingga siang, tim Pamhut tetap lakukan penyisiran lapangan di lokasi lahan yang tebakar. Hal itu untuk memastikan api benar-benar padam.

“Dilihat dari temuan dan evaluasi kami di lapangan, penyebab kebakaran sama dengan kasus kebakaran lain sebelumnya terjadi selama ini di wilayah Tahura R. Soerdjo. Yakni, karena perburuan liar, sengaja bakar semak belukar agar hewan liarnya keluar,” ungkapnya.

Untuk meminimalisasi kebakaran hutan, pihak UPT Tahura pun bakal mengintenskan patroli rutin. “Selain patroli, kami juga buat sekat bakar di ujung-ujung lahan yang terbakar dan sudah padam. Dan di lahan-lahan yang sudah terbakar, ke depan akan ditanami pohon baru saat masuk musim hujan,” jelas Agus Budi.

Meski api sudah dipadamkan, namun Agus menjelaskan jalur pendakian masih belum dibuka. Jalur pendakian baru benar-benar dibuka usai dilakukan evaluasi. Serta dipastikan bahwa jalur pendakian benar-benar aman. (zal/mie)

PRIGEN, Radar Bromo – Kobaran api di Blok Sumber Krecekan, Kelurahan/Kecamatan Prigen, lereng Gunung Welirang, sejak Rabu malam (28/8), akhirnya bisa dijinakkan Jumat dini hari (30/8). Meski begitu, jalur pendakian di Gunung Welirang-Arjuno masih belum dibuka.

“Kebakaran hutan di wilayah kami apinya sudah berhasil dipadamkan. Butuh waktu sehari untuk memadamkannya. Kami menggunakan kayu dan ranting dipukulkan ke titik api yang ada untuk memadamkannya,” jelas Kepala Resort 3 Tahura R. Soerdjo wilayah Pasuruan, Agus Budi Utomo.

Dari pendataan yang dilakukan, areal kebakaran kali ini mencapai sekitar 45 hektare. Dengan vegetasi terbakar mayoritas alang-alang dan semak belukar. Juga ada beberapa di antaranya tegakan cemara gunung.

Meskipun sudah padam, Jumat (30/8) dari pagi hingga siang, tim Pamhut tetap lakukan penyisiran lapangan di lokasi lahan yang tebakar. Hal itu untuk memastikan api benar-benar padam.

“Dilihat dari temuan dan evaluasi kami di lapangan, penyebab kebakaran sama dengan kasus kebakaran lain sebelumnya terjadi selama ini di wilayah Tahura R. Soerdjo. Yakni, karena perburuan liar, sengaja bakar semak belukar agar hewan liarnya keluar,” ungkapnya.

Untuk meminimalisasi kebakaran hutan, pihak UPT Tahura pun bakal mengintenskan patroli rutin. “Selain patroli, kami juga buat sekat bakar di ujung-ujung lahan yang terbakar dan sudah padam. Dan di lahan-lahan yang sudah terbakar, ke depan akan ditanami pohon baru saat masuk musim hujan,” jelas Agus Budi.

Meski api sudah dipadamkan, namun Agus menjelaskan jalur pendakian masih belum dibuka. Jalur pendakian baru benar-benar dibuka usai dilakukan evaluasi. Serta dipastikan bahwa jalur pendakian benar-benar aman. (zal/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/