alexametrics
25C
Probolinggo
Thursday, 21 January 2021

Dipanggil Satpol PP, Pemilik Gudang yang Timbulkan Bau di Gempol Tak Datang

GEMPOL, Radar Bromo – Keluhan warga Desa Gempol terhadap bau di lingkungannya, langsung direspons Satpol PP. Jumat (30/8), penegak perda melakukan pemanggilan terhadap pemilik gudang dua pabrik pengolahan udang, serta ayam, yakni PT. Kasih Prima dan PT. Hestia. Sayang, kedua pemilik belum bisa hadir.

Padahal Satpol PP sudah menunggu sejak pagi hingga siang. Namun dua pengusaha pemilik gudang pabrik, tak kunjung datang.

“Pemanggilan pemilik usaha dari PT. Kasih Prima dan PT. Hestia kami agendakan Jumat (30/8), pagi sampai dengan siang. Kami tunggu hingga salat Jumat, ternyata keduanya mangkir tak penuhi panggilan kami,” ungkap Kabid Perundang-undangan Daerah Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Pasuruan, Ahmad Yani.

Pemanggilan tersebut, kata Ahmad Yani, sengaja dilakukan. Sifatnya untuk klarifikasi perizinan yang dimiliki. Hal itu juga sekaligus menyampaikan temuan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan, yang berdasarkan hasil survei ternyata tak memiliki IPAL.

Satpol PP berencana melakukan pemanggilan ulang. Pemanggilan diagendakan lagi awal pekan depan, tepatnya Senin besok (2/9) di mako Satpol PP di Raci.

“Mengingat pemilik usaha dua gudang pabrik tersebut tak hadir, maka pemanggilan kami agendakan sekali lagi pekan depan,” kata Yani sapaan akrabnya.

Meskipun sanksi belum diberikan kepada pemilik usaha dua gudang pabrik pengolahan tersebut, instansinya tetap terus memantau dan monitoring ke lapangan. Sebab aktivitas di gudang menimbulkan bau tak sedap dan dikeluhkan warga sekitar.

“Anggota kami sudah cek ke lapangan masuk ke dalam gudang pabrik. Hasil pantauannya saat ini tidak ditemukan aktivitas produksi berupa pengolahan,” cetusnya.

Radar Bromo sempat mendatangi lokasi lagi, untuk mendapatkan upaya konfirmasi. Hanya saja di lokasi dua gudang, tak ada seorang pun yang dapat ditemui.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga di Dusun Wonoayu, Desa Gempol mengeluh akan bau yang ditimbulkan dari gudang pengolahan udang dan ayam di desa sekitar. Puncaknya, Rabu siang (28/8) warga berbondong-bondong melurug dua gudang tersebut. (zal/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU