alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Warga Nogosari Wadul Dewan, Minta Tanah Desa Dikelola Masyarakat

BANGIL – Enam warga Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. Rabu (30/8), mereka mengadu terkait aset desanya yang selama ini dikuasai perorangan.

Wakil Ketua BPD Desa Nogosari Mulyanto mengatakan, lahan yang dipersoalkan itu merupakan tanah kas desa. Dulunya lahan itu dibeli warga secara patungan. Tanah seluas sekitar 1.000 meter persegi itu berupa waduk. Hingga akhirnya dijadikan lahan parkir bagi karyawan sebuah pabrik kain di wilayah ini.

Menurutnya, sudah sekitar lima tahun lahan ini dikuasai pihak perorangan dan dijadikan tempat parkir. “Padahal, tanah itu milik desa. Kami menginginkan agar tanah itu dikembalikan ke desa,” ujar Mulyanto.

Mulyanto mengatakan, tanah itu sebelumnya dikuasai kepala desa terpilih, Iswahyudi. Dia menguasai tanah ini sebelum menjabat kepala desa. Tapi, kemudian dilimpahkan kepada warga lain dengan sistem sewa. Ia berharap tanah ini bisa dikelola warga, supaya memberi manfaat kepada warga. “Makanya, kami datang ke dewan ini untuk meminta solusi,” ujarnya.

Mendapati itu, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan mengaku, belum bisa memberikan keputusan. Namun, ia berjanji akan memanggil pihak-pihak terkait. “Supaya persoalannya jelas, akan kami undang Badan Pertanahan, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Desa,” ujarnya. (one/fun)

BANGIL – Enam warga Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, mendatangi kantor DPRD Kabupaten Pasuruan. Rabu (30/8), mereka mengadu terkait aset desanya yang selama ini dikuasai perorangan.

Wakil Ketua BPD Desa Nogosari Mulyanto mengatakan, lahan yang dipersoalkan itu merupakan tanah kas desa. Dulunya lahan itu dibeli warga secara patungan. Tanah seluas sekitar 1.000 meter persegi itu berupa waduk. Hingga akhirnya dijadikan lahan parkir bagi karyawan sebuah pabrik kain di wilayah ini.

Menurutnya, sudah sekitar lima tahun lahan ini dikuasai pihak perorangan dan dijadikan tempat parkir. “Padahal, tanah itu milik desa. Kami menginginkan agar tanah itu dikembalikan ke desa,” ujar Mulyanto.

Mulyanto mengatakan, tanah itu sebelumnya dikuasai kepala desa terpilih, Iswahyudi. Dia menguasai tanah ini sebelum menjabat kepala desa. Tapi, kemudian dilimpahkan kepada warga lain dengan sistem sewa. Ia berharap tanah ini bisa dikelola warga, supaya memberi manfaat kepada warga. “Makanya, kami datang ke dewan ini untuk meminta solusi,” ujarnya.

Mendapati itu, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan mengaku, belum bisa memberikan keputusan. Namun, ia berjanji akan memanggil pihak-pihak terkait. “Supaya persoalannya jelas, akan kami undang Badan Pertanahan, Pemerintah Daerah, Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Desa,” ujarnya. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/