alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Krisis Air Bersih di Kab Pasuruan Bisa Meluas

BANGIL, Radar Bromo – Krisis air bersih di Kabupaten Pasuruan terancam semakin meluas. Sebab, debit air terus menurun. Sehingga, banyak masyarakat kesulitan memperoleh air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Tectona Jati Permana mengungkapkan, saat ini sudah ada empat desa yang mengalami krisis air bersih. Selain terjadi di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, krisis air bersih juga melanda warga Desa Jeladri, Kedungrejo, dan Sumberejo di Kecamatan Winongan.

Jumlah tersebut menurutnya, bisa meluas. Sebab, debit sumber air semakin berkurang. “Kami masih melakukan asesmen terhadap daerah-daerah lain yang juga berisiko mengalami krisis air bersih,” ungkap Tecto, panggilannya.

Menurut Tecto, asesmen atau penilaian tersebut dilakukan di beberapa desa yang rentan mengalami krisis air. Khususnya, 21 desa yang pada tahun 2019 mengalami krisis air bersih.

Artinya, selain empat desa yang saat ini mengalami krisis air bersih, ada 17 desa lain yang rentan mengalami krisis serupa. Semuanya tersebar di enam kecamatan. Yaitu, Lumbang, Winongan, Pasrepan, Lekok, Grati, hingga Gempol.

Di Gempol, selain Desa Bulusari, dua desa lain juga rentan krisis air bersih. Yaitu, Wonosunyo dan Jerukpurut. Di Lumbang ada lima desa, yakni Desa Karangasem, Karangjati, Watulumbung, Cukurguling, dan Desa Lumbang.

Lalu di Pasrepan, krisis air bersih rentan menerpa Desa Sibon, Klakah, Petung, Ngantungan, hingga Desa Mangguan. Di Kecamatan Lekok, yang rawan kriris air bersih yaitu Desa Balunganyar, Pasinan, Wates, dan Semedusari. Terakhir di Kecamatan Grati, ada Desa Karanglo.

“Pemantauan masih kami lakukan. Kami tidak berharap, tapi perkiraan di bulan Agustus, risiko terjadinya kekurangan air bersih bisa menyebar tidak hanya di empat desa,” sambungnya.

Saat ini setiap hari pengiriman air bersih dilakukan ke empat desa itu. Namun, bukan tidak mungkin, intensitas pengiriman air bersih akan ditingkatkan nantinya. “Bergantung permintaan masyarakat nantinya,” jelasnya. (one/hn/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Krisis air bersih di Kabupaten Pasuruan terancam semakin meluas. Sebab, debit air terus menurun. Sehingga, banyak masyarakat kesulitan memperoleh air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan Tectona Jati Permana mengungkapkan, saat ini sudah ada empat desa yang mengalami krisis air bersih. Selain terjadi di Desa Bulusari, Kecamatan Gempol, krisis air bersih juga melanda warga Desa Jeladri, Kedungrejo, dan Sumberejo di Kecamatan Winongan.

Jumlah tersebut menurutnya, bisa meluas. Sebab, debit sumber air semakin berkurang. “Kami masih melakukan asesmen terhadap daerah-daerah lain yang juga berisiko mengalami krisis air bersih,” ungkap Tecto, panggilannya.

Menurut Tecto, asesmen atau penilaian tersebut dilakukan di beberapa desa yang rentan mengalami krisis air. Khususnya, 21 desa yang pada tahun 2019 mengalami krisis air bersih.

Artinya, selain empat desa yang saat ini mengalami krisis air bersih, ada 17 desa lain yang rentan mengalami krisis serupa. Semuanya tersebar di enam kecamatan. Yaitu, Lumbang, Winongan, Pasrepan, Lekok, Grati, hingga Gempol.

Di Gempol, selain Desa Bulusari, dua desa lain juga rentan krisis air bersih. Yaitu, Wonosunyo dan Jerukpurut. Di Lumbang ada lima desa, yakni Desa Karangasem, Karangjati, Watulumbung, Cukurguling, dan Desa Lumbang.

Lalu di Pasrepan, krisis air bersih rentan menerpa Desa Sibon, Klakah, Petung, Ngantungan, hingga Desa Mangguan. Di Kecamatan Lekok, yang rawan kriris air bersih yaitu Desa Balunganyar, Pasinan, Wates, dan Semedusari. Terakhir di Kecamatan Grati, ada Desa Karanglo.

“Pemantauan masih kami lakukan. Kami tidak berharap, tapi perkiraan di bulan Agustus, risiko terjadinya kekurangan air bersih bisa menyebar tidak hanya di empat desa,” sambungnya.

Saat ini setiap hari pengiriman air bersih dilakukan ke empat desa itu. Namun, bukan tidak mungkin, intensitas pengiriman air bersih akan ditingkatkan nantinya. “Bergantung permintaan masyarakat nantinya,” jelasnya. (one/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/