alexametrics
27.8 C
Probolinggo
Sunday, 14 August 2022

Bersihkan Lahan Tebu, Kakek asal Gunung Tugel Bantaran Tewas Terbakar

BANTARAN, Radar Bromo – Kamis (30/7) siang itu, Tiham, 77, pamit membersihkan lahan tebu miliknya. Namun, sungguh tragis akhirnya. Warga Gunung Tugel, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, itu meninggal terbakar di lahan tebu miliknya.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso menjelaskan, sekitar pukul 12.00, korban berangkat ke ladang tebu miliknya seorang diri. Ia berencana untuk membersihkan sisa-sisa panen tebu. Sebab, lahan itu hendak disewakan kepada orang Lumajang.

Korban pun membakar sisa tebu agar proses pembersihan ladang itu cepat selesai. “Jadi, oleh korban sisa tebu itu dibakar. Ini tujuannya supaya cepat bersih,” katanya.

Sesaat setelah api menyala, tiba-tiba angin kencang datang. Sehingga, membuat kobaran api cepat membesar. Korban pun berusaha lari untuk menghindari kobaran api. Namun, api yang cepat besar membuat korban susah meloloskan diri.

“Saat api membesar, korban lantas berupaya melarikan diri. Tetapi, upaya itu sia-sia,” ungkapnya.

Saat itu tubuh korban tersambar api.  Api lantas membakar tubuh korban. Sayangnya, tidak ada warga yang mengetahui kejadian itu. Sehingga, korban tidak tertolong.

Sekitar pukul 13.30, korban ditemukan meninggal. Mayatnya ditemukan di lahan tebu miliknya dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.

“Korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengalami luka bakar pada sekujur tubuhnya. Sekitar 70 persen luka bakar, ” tandasnya.

Begitu ditemukan, mayat korban langsung dibawa pulang. Petugas pun langsung melakukan olah TKP. Dari TKP, diamankan barang bukti berupa satu buah sandal milik korban,  korek api gas warna biru, dan baju korban yang terbakar. (sid/hn)

 

BANTARAN, Radar Bromo – Kamis (30/7) siang itu, Tiham, 77, pamit membersihkan lahan tebu miliknya. Namun, sungguh tragis akhirnya. Warga Gunung Tugel, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, itu meninggal terbakar di lahan tebu miliknya.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso menjelaskan, sekitar pukul 12.00, korban berangkat ke ladang tebu miliknya seorang diri. Ia berencana untuk membersihkan sisa-sisa panen tebu. Sebab, lahan itu hendak disewakan kepada orang Lumajang.

Korban pun membakar sisa tebu agar proses pembersihan ladang itu cepat selesai. “Jadi, oleh korban sisa tebu itu dibakar. Ini tujuannya supaya cepat bersih,” katanya.

Sesaat setelah api menyala, tiba-tiba angin kencang datang. Sehingga, membuat kobaran api cepat membesar. Korban pun berusaha lari untuk menghindari kobaran api. Namun, api yang cepat besar membuat korban susah meloloskan diri.

“Saat api membesar, korban lantas berupaya melarikan diri. Tetapi, upaya itu sia-sia,” ungkapnya.

Saat itu tubuh korban tersambar api.  Api lantas membakar tubuh korban. Sayangnya, tidak ada warga yang mengetahui kejadian itu. Sehingga, korban tidak tertolong.

Sekitar pukul 13.30, korban ditemukan meninggal. Mayatnya ditemukan di lahan tebu miliknya dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.

“Korban meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) dengan mengalami luka bakar pada sekujur tubuhnya. Sekitar 70 persen luka bakar, ” tandasnya.

Begitu ditemukan, mayat korban langsung dibawa pulang. Petugas pun langsung melakukan olah TKP. Dari TKP, diamankan barang bukti berupa satu buah sandal milik korban,  korek api gas warna biru, dan baju korban yang terbakar. (sid/hn)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/