Polisi Masih Berupaya Pecahkan Empat Kejahatan yang Belum Terungkap

BUGULKIDUL, Radar Bromo – Polsek Bugulkidul, Polres Pasuruan Kota, memiliki sejumlah pekerjaan rumah dalam mengungkap aksi kejahatan jalanan. Sepanjang 2019, ada empat kejahatan yang belum terungkap. Minimnya petunjuk disebut menjadi kendala.

Kapolsek Bugulkidul Kompol Paulus Sujatmiko membenarkan, sepanjang tahun ini pihaknya memiliki sejumlah kasus yang belum terungkap. Meliputi, pembegalan di Jalan Trunojoyo yang menimpa Dedi Hidayatullah, warga Kelurahan Tapaan, Kecamatan Bugulkidul pada Februari lalu.

Lalu, aksi pembegalan yang menimpa MMH, warga Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo, di Jalan Cemara pada Maret lalu. Selanjutnya, aksi begal di Kelurahan Bakalan yang menimpa Al, warga Kelurahan Mayangan, Kecamatan Panggungrejo, pada April lalu.

Serta, pencurian sepeda motor di Kelurahan Krampyangan yang menimpa Sahrul, warga Kelurahan/Kecamatan Gadingrejo pada Maret lalu. Paulus mengatakan, empat aksi kejahatan ini masih dalam penyelidikan. “Memang benar sepanjang 2019 ada empat aksi kejahatan yang masuk laporan ke Polsek, belum terungkap. Tentunya kami masih menyelidikinya,” ujarnya.

Mantan Kanitlantas Polsek Blimbing, Polres Malang Kota, ini menyebutkan, pihaknya masih berupaya mengidentifikasi pelaku dalam aksi begal di Trunojoyo dan Cemara. Serta, pencurian di Krampyangan. Namun, minimnya keterangan saksi tentang pelaku, membuat penyidikan terkendala.

Ia mencontohkan, aksi pencurian di Krampyangan. Pihaknya mengaku kesulitan karena tidak ada rekaman Closed Circuit Television (CCTV). Padahal, pencurian ini dilakukan di depan toko boneka. Di sisi lain, korban tidak melihat langsung pelaku karena berada di dalam toko.

“Kalau kasus begal yang di Bakalan sudah kami kantongi identitasnya. Saat ini kami masih memburunya,” ujar polisi dengan satu melati di pundaknya ini. (riz/fun)