alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Thursday, 19 May 2022

Pemuda asal Genengsari Prigen Hanya Kenakan Kolor saat Mencuri

BANGIL, Radar Bromo – Demi untuk bisa membenahi rumah, Jumadi, 27, warga Genengsari, Kecamatan Prigen, ini gelap mata. Ia nekat melakukan apa saja. Termasuk membobol rumah dengan hanya mengenakan kolor.

Nah, perbuatan nekatnya itu harus dibayar mahal. Ia dicokok polisi setelah dicokot temannya yang sempat membeli barang hasil curiannya tersebut. Penangkapan tersebut berlangsung Minggu malam (28/7) sekitar pukul 23.30.

Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo menyampaikan, penangkapan tersangka bermula dari aksi pencurian rumah milik Muchammad Zainuri, 42, warga Kalongan, Desa Candiwates, Kecamatan Prigen. Aksi itu dilakukan tersangka seorang diri pada Selasa, 14 Mei 2019.

Ia melancarkan aksi pencurian itu dengan cara mencongkel jendela menggunakan linggis. Selanjutnya, ia masuk rumah korbannya. Di dalam rumah itulah, tersangka menjarah barang-barang berharga milik korban.

“Ada empat handphone, satu laptop, dan uang tunai Rp 10 juta,” kata perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu dalam pres rilis, Selasa (30/7).

Uang tersebut sebagian digunakan untuk membenahi rumahnya. Sementara sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan handphone maupun laptop yang dicurinya, kemudian ia jual ke Dodik Suliswanto, 26, warga Desa Mojotengah, Kecamatan Sukorejo.

Dodik kemudian melempar barang itu ke orang lain yakni M. Hari Maswita, 29, warga Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan. “Imbas pencurian tersebut, korban merugi hingga Rp 17,5 juta. Ia kemudian melaporkan apa yang menimpanya itu ke polisi,” sampai Rizal.

Dari laporan itulah, petugas melakukan penelusuran. Mulanya, petugas berhasil menangkap Hari Maswita saat berada di sebuah warung Giras di Nogosari, Kecamatan Pandaan, Minggu (28/7) sekitar pukul 19.00.

Petugas kemudian mengintrogasinya dan mendapati petunjuk kalau ia memperoleh barang tersebut dari Dodik. Petugas kemudian bergerak untuk menangkap Dodik.

Upaya itu membuahkan hasil. Dodik berhasil diciduk di sebuah area pom bensin yang ada di Sukorejo, sekitar pukul 21.00. Dari Dodik lah akhirnya mengembang kalau ia memperoleh handphone dari Jumadi. Petugas kemudian menangkap Jumadi, saat tengah istirahat di rumahnya.

Kepada wartawan, Jumadi mengaku sudah berusaha agar aksinya tidak terbongkar. Karena itu, ketika beraksi, ia memilih hanya menggunakan kolor. Tanpa mengenakan baju, supaya tidak kelihatan. “Bukan dari siapa-siapa (dukun, Red). Itu karena inisiatif saya saja,” ulasnya.

Kini, ketiganya harus meringkuk di penjara. Jumadi ditahan lantaran melanggar pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancamannya, 7 tahun penjara. Sementara dua penadah barang curian Jumadi, yakni Dodik dan Hari, dijerat pasal 480 KUHP. Ancamannya, 4 tahun penjara. (one/mie)

BANGIL, Radar Bromo – Demi untuk bisa membenahi rumah, Jumadi, 27, warga Genengsari, Kecamatan Prigen, ini gelap mata. Ia nekat melakukan apa saja. Termasuk membobol rumah dengan hanya mengenakan kolor.

Nah, perbuatan nekatnya itu harus dibayar mahal. Ia dicokok polisi setelah dicokot temannya yang sempat membeli barang hasil curiannya tersebut. Penangkapan tersebut berlangsung Minggu malam (28/7) sekitar pukul 23.30.

Kapolres Pasuruan AKBP Rizal Martomo menyampaikan, penangkapan tersangka bermula dari aksi pencurian rumah milik Muchammad Zainuri, 42, warga Kalongan, Desa Candiwates, Kecamatan Prigen. Aksi itu dilakukan tersangka seorang diri pada Selasa, 14 Mei 2019.

Ia melancarkan aksi pencurian itu dengan cara mencongkel jendela menggunakan linggis. Selanjutnya, ia masuk rumah korbannya. Di dalam rumah itulah, tersangka menjarah barang-barang berharga milik korban.

“Ada empat handphone, satu laptop, dan uang tunai Rp 10 juta,” kata perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu dalam pres rilis, Selasa (30/7).

Uang tersebut sebagian digunakan untuk membenahi rumahnya. Sementara sisanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan handphone maupun laptop yang dicurinya, kemudian ia jual ke Dodik Suliswanto, 26, warga Desa Mojotengah, Kecamatan Sukorejo.

Dodik kemudian melempar barang itu ke orang lain yakni M. Hari Maswita, 29, warga Desa Nogosari, Kecamatan Pandaan. “Imbas pencurian tersebut, korban merugi hingga Rp 17,5 juta. Ia kemudian melaporkan apa yang menimpanya itu ke polisi,” sampai Rizal.

Dari laporan itulah, petugas melakukan penelusuran. Mulanya, petugas berhasil menangkap Hari Maswita saat berada di sebuah warung Giras di Nogosari, Kecamatan Pandaan, Minggu (28/7) sekitar pukul 19.00.

Petugas kemudian mengintrogasinya dan mendapati petunjuk kalau ia memperoleh barang tersebut dari Dodik. Petugas kemudian bergerak untuk menangkap Dodik.

Upaya itu membuahkan hasil. Dodik berhasil diciduk di sebuah area pom bensin yang ada di Sukorejo, sekitar pukul 21.00. Dari Dodik lah akhirnya mengembang kalau ia memperoleh handphone dari Jumadi. Petugas kemudian menangkap Jumadi, saat tengah istirahat di rumahnya.

Kepada wartawan, Jumadi mengaku sudah berusaha agar aksinya tidak terbongkar. Karena itu, ketika beraksi, ia memilih hanya menggunakan kolor. Tanpa mengenakan baju, supaya tidak kelihatan. “Bukan dari siapa-siapa (dukun, Red). Itu karena inisiatif saya saja,” ulasnya.

Kini, ketiganya harus meringkuk di penjara. Jumadi ditahan lantaran melanggar pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancamannya, 7 tahun penjara. Sementara dua penadah barang curian Jumadi, yakni Dodik dan Hari, dijerat pasal 480 KUHP. Ancamannya, 4 tahun penjara. (one/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/