Longsor Tutup Akses ke Bromo usai Hujan Lebat Guyur Sukapura

SUKAPURA, Radar Bromo – Hujan lebat disertai angin kencang terjadi di Kecamatan Sukapura, Sabtu (30/5) malam. Akibatnya, terjadi tanah longsor di Dusun Jurang Perahu, Desa Wonokerto. Material tanah yang menutup ruas jalan menyebabkan terhambatnya trasportasi menuju kawasan Gunung Bromo.

Peristiwa ini terjadi pukul 20.00. Hujan lebat yang turun cukup lama mengguyur Desa Wonokerto. Struktur tanah yang berupa tebing dan bukit membuat tanah tak mampu menyerap air dengan baik. Sehingga, material tanah turun dan menutup jalan yang posisinya berada lebih rendah.

“Hujan lebat turun cukup lama, tanah tak mampu menyerap air, akhirnya longsor terjadi dan menutupi jalan. Sebab, posisi tanah lebih tinggi daripada jalan di Desa Wonokerto,” ujar Koordinator TRC BPBD Kabupaten Probolinggo Aries Setyawan.

Usai terjadinya longsor, warga desa bersama anggota Koramil Sukapura membersihkan material tanah. Proses pembersihan dilakukan secara manual. Dengan memindahkan material tanah dari ruas jalan. Perlahan material dipindah sampai ruas jalan terbuka dan dapat dilewati oleh kendaraan.

“Proses pembersihan dilakukan secara gotong royong melibatkan warga desa dan anggota Koramil Sukapura. Membutuhkan waktu sekitar satu jam agar jalan benar-benar bisa dilewati karena material tanah cukup banyak dan hanya dilakukan secara manual,” ujar Kepala Desa Wonokerto Heri Dri Hartono.

Menurutnya, dalam proses pembersihan material tanah longsor dilakukan secepat mungkin. Sebab, ruas jalan di Desa Wonokerto merupakan akses utama menuju Gunung Bromo. Dengan tertutupnya ruas jalan, membuat kendaraan yang hendak naik atau turun dari kawasan Gunung Bromo tidak dapat dilakukan.

“Ruas jalan yang tertutup longsor merupakan akses utama ke kawasan Gunung Bromo dan beberapa desa lainnya. Begitu kami mendapatkan informasi tanah langsor, kemudian secepatnya melakukan pembersihan,” terang Aries Setyawan. Longsor di jalur Bromo akhirnya teratasi satu jam kemudian. (ar/fun)