Godok Skema New Normal di Sekolah, Begini Kira-kira Mekanismenya

MAYANGAN, Radar Bromo – Rencana pemerintah menerapkan kehidupan normal baru atau new normal membuat sejumlah pihak menyiapkan skemanya. Termasuk, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo. Mereka telah membahas dan menyiapkan skema pelaksanaan new normal di lembaga pendidikan.

Namun, skema itu masih terus digodok. Pelaksanaannya, juga masih harus menunggu keputusan dari Wali Kota Probolinggo. “Sekarang kami masih membahas skema untuk pelaksanaan new normal di sekolah. Tentunya pelaksanaannya tetap menunggu keputusan Wali Kota,” jelas Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Probolinggo Budi Wahyu Rianto, Kamis (28/4).

Ada beberapa mekanisme yang dibahas Disdikbud. Seperti, mengatur jarak antara siswa di kelas dengan mengacu kepada luas ruang kelas dan jumlah siswa. Juga ada usulan membagi siswa dalam kelas pagi dan siang.

“Jika dibagi kelas pagi dan siang, akhirnya seorang guru mengajar dua kali dengan waktu yang dipersingkat. Siswa belajar tanpa jam istirahat, sehingga meminimalkan interaksi siswa. Bisa juga alternatif siswa belajar menggunakan masker dan face shield,” ujarnya.

Menurut Budi, usulan ini masih dibahas sebelum disampaikan kepada Wali Kota. Pelaksanaannya juga masih harus menunggu keputusannya. “Saat ini masih belum pasti juga pelaksanaan new normal ini karena menunggu keputusan Wali Kota. Selain itu, tahun ajaran baru juga dilakukan bulan Juli atau sebulan lagi. Tentunya, pemerintah masih akan melihat situasi juga untuk penerapan new normal ini,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemkot Probolinggo juga masih terus menggodok mekanisme penerapan new normal di Kota Probolinggo. Karenanya, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Probolinggo minta agar warga tetap mematuhi protokol kesehatan.

Plt Kepala DKP2KB Kota Probolinggo Nurul Hasanah Hidayati menegaskan, guna menghadapi new normal, warga hendaknya tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal itu dilakukan guna menekan penyebaran Covid-19.

“Untuk kegiatan semuanya harus berpegang pada protokol kesehatan. Tetap menggunakan masker, menghindari kerumunan, jaga imunitas tubuh, dan selalu berdoa kepada Allah SWT,” ujarnya.

Terkait dengan regulasi new normal, dokter yang akrab disapa Ida mengatakan, saat ini pemerintah masih melakukan kajian dengan mempertimbangkan sejumlah aspek. Karenanya, masih dalam tahap koordinasi.

Terpisah, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengatakan, saat ini Pemkot Probolinggo masih menggodok penerapan new normal. Serta, masih akan melihat perkembangan situasi ke depan. “Kami masih akan rapat koordinasi. Selain itu, Kota (Probolinggo) masih akan melihat perkembangan,” ujarnya. (put/rpd/rud/fun)