Target Retribusi Makam Stagnan, Alasannya Penarikan Belum Maksimal

SIRAM: Petugas saber makam di Kota Pasuruan, menyiram tanaman yang ada di tempat pemakaman umum. Pemkot Pasuruan menaretkan retribusi makam puluhan juta tahun ini. (Foto: Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN, Radar Bromo– Pemkot Pasuruan tak menaikkan target pendapatannya dari sektor retribusi makam. Alasannya, penarikan retribusi belum dilakukan secara menyeluruh.

Selama ini, retribusi berasal dari makam di enam tempat pemakaman umum (TPU) yang dikelola Pemkot. Di antaranya, TPU Bugul Kidul, Gadingrejo, Purut I, Purut II, serta TPU Temenggungan dan Bong Pohjentrek.

Namun, tidak semua makam dikenai retribusi. Melainkan hanya makam baru. Penarikan retribusi utuk makam lama, masih terus dikaji. “Untuk heregistrasi makam lama memang belum. Karena itu, target retribusi tahun ini tetap,” ujar Kepala UPT Pemakaman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan Wisnu Bagya Winarsa.

Penarikan retribusi terhadap makam yang lama belum pernah dilakukan. Menurut Wisnu, pihaknya kini tengah fokus mendata dan mengidentifikasi makam lama. Sebab, banyak makam yang belum diketahui identitas ahli warisnya alias anonim. “Kami maksimalkan dulu pendataan. Setelah itu, disosialisasikan kepada ahli waris makam terkait heregistrasi itu,” bebernya.

Selama ini, Pemkot Pasuruan menarik retribusi Rp 50 ribu per makam dan berlaku hingga lima tahun. Dari retribusi ini, tahun kemarin Pemkot menarget memperoleh Rp 29 juta. Syukur, sampai akhir tahun bisa mendapatkan Rp 53 juta. Meski tahun kemarin melampai target, tahun ini tetap menarget Rp 29 juta. (tom/rud/fun)