Petani di Pasuruan Juga Mulai Kesulitan Pupuk sejak Kuota Diturunkan

HIJAU: Seorang petani di Kabupaten Pasuruan memupuk tanaman padinya beberapa waktu lalu. Mulai awal Januari 2020, sejumlah petani di Kabupaten Pasuruan kesulitan untuk mendapatkan urea bersubsidi. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN, Radar Bromo– Sejumlah petani di Kabupaten Pasuruan mulai kelimpungan. Mereka kesulitan untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

Kondisi itu berlangsung sebulan belakangan. Padahal, pupuk bersubsidi jenis urea sangat dibutuhkan petani agar padinya tumbuh subur. “Kami mendapat keluhan dari para petani yang menggarap sawahnya. Mereka mengaku merasakan kelangkaan pupuk,” ujar Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pasuruan Jaelani.

Kelangkaan pupuk ini berlangsung sejak awal Januari 2020. Menurut Jaelani, para petani di wilayah Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, mendapatkan pupuk bersubsidi jauh dari yang diharapkan. Ada penurunan pupuk yang bisa mereka gunakan.

Tak tanggung-tanggung, kekurangan pupuk yang bisa mereka dapatkan bisa sampai 50 persen. Karenanya, membuat para petani harus mencari alternatif. “Mereka akhirnya menggunakan pupuk jenis lain, bukan urea. Bahkan, ada yang terpaksa membeli lebih mahal dibandingkan pupuk bersubsidi,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan, Fauzi. Menurutnya, banyak petani yang mengeluh kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. “Para petani kesulitan mendapatkan pupuk. Informasinya, karena ada kelangkaan,” ujarnya.

Ia berharap ada penanganan dari pemerintah daerah. Sebab, pupuk bersubsidi sangat dibutuhkan agar tanaman padi para petani tumbuh subur. “Dampaknya kalau tidak dipupuk, tanamannya akan rusak. Kekhawatiran inilah yang tengah melanda para petani,” ujarnya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan Dibyo Darminto mengatakan, para petani sudah bisa menebus pupuk bersubsidi. Namun, petani yang bisa menebus hanya mereka yang namanya tercantum dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).

Dibyo mengatakan, tahun ini ada pengurangan alokasi pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan data yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, pada 2019 Pemkab Pasuruan memperoleh kuota pupuk urea sebanyak 36,707 ton dan tahun ini hanya 18,902 ton. “Pupuknya sudah bisa ditebus. Hanya memang, ada pengurangan,” ujarnya. (one/rud/fun)