Penganiaya Tukang Ojek di Lumbang Dibekuk saat Tidur, Sempat Buron Dua Tahun

BURONAN: Sanom yang sudah menghuni di sel mapolsek Lumbang. Dia ditangkap karena pernah menganiaya tukang ojek asal Lumbang sampai harus operasi. (Foto Polsek Lumbang for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

LUMBANG, Radar Bromo– Pelarian Sanom, 23, warga Dusun Krandon, Desa Tandonsentul, Kecamatan Lumbang, harus berakhir. Lelaki yang menjadi buronan kasus penganiayaan yang terjadi dua tahun silam tersebut, dibekuk unit reskrim Polsek Lumbang.

Informasi yang dihimpun radarbromo.jawapos.com, pelaku diamankan Kamis (30/1) sekitar pukul 02.45. Ia diamankan didalam rumahnya saat sedang terlelap tidur. Unit reskrim Polsek lumbang melakukan penangkapan dengan dibantu oleh Unit Buser Barat Polres Probolinggo.

Kanitreskrim Polsek Lumbang Bripka Dadang mengatakan, penangkapan pelaku berdasarkan laporan polisi LP/31/XI/2017/Jatim/Res Prob/Sek Lbg Tanggal : 10 November 2017. Korbannya yaitu Suladi, 30, warga Desa/Kecamatan Lumbang. “Kejadiannya tiga tahun lalu. Pelaku ini setelah melakukan penganiayaan terhadap tukang ojek langsung kabur, ” katanya.

Dadang menjelaskan, pelaku melakukan aksinya ditemani oleh dua orang rekannya. Namun, dua orang tersebut saat ini belum tertangkap. Pihaknya juga telah menetapkan dua tersangka lain yang telah di ketahui identitasnya itu sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kami masih terus mengejar pelaku lain, ” terangnya.

Penganiayaan itu sendiri terjadi Jumat (10/11/2017) lalu sekitar pukul 10.00. Korban Suladi dikeroyok oleh tiga orang. Akibatnya korban mengalami luka robek di bagian lengan dan tangan kiri, bahu atas sebelah kiri, punggung atas, lengan atas dan tangan kanan, serta jari telunjuk kiri korban putus. sehingga korban harus dirujuk ke RSUD dr Soetomo, Surabaya untuk dilakukan operasi.

“Pelaki menganiaya korban menggunakan celurit. Karena itu banyak luka bacokan ditubuh korban, ” terangnya. Karena perbuatannya, telah melakukan tindak pidana penganiayaan secara bersama-sama pelaku dijerat dengan pasal 170 jo 351 KUHP. Sebagai penguat dalam perkara ini, petugas juga mengamankan barang bukti berupa hasil visum et repertum nomor : 006 / MR / XI / 2017 yang dikeluarkan oleh RSUD Tongas tgl 10 November 2017. (sid/fun)