Klaim Jumlah Penderita di Kab Pasuruan Kusta Menurun, Tahun 2022 Target Habiskan Jumlah Kasusnya

BANGIL, Radar Bromo – Belum sepenuhnya wilayah Kabupaten Pasuruan bebas dari kusta. Karena kenyataannya, masih ada warga yang menderita kusta. Meski begitu, jumlahnya terus menyusut setiap tahunnya. Bahkan, eliminasi penyakit ini telah mampu direalisasikan Dinkes Kabupaten Pasuruan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan Agung Basuki mengungkapkan, upaya penanggulangan penyakit menular ini telah dilakukan. Pihaknya bahkan telah mengeliminasi penyakit kusta di Kabupaten Pasuruan. Salah satu buktinya, prevalensinya yang semakin rendah.

“Prevalensi penyakit kusta di Kabupaten Pasuruan hanya 0,9 per 10 ribu penduduk,” terang Agung.

Ia menjelaskan, rendahnya tingkat prevalensi tersebut tak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan Pemkab. Selain penyembuhan dengan jalan pemberian obat secara gratis, pemerintah terus mendorong masyarakat untuk membudayakan hidup sehat.

Hasilnya, jumlah penderita kusta berhasil dieliminasi setiap tahunnya. Pada tahun 2017, ada 230 penderita kusta di Kabupaten Pasuruan. Jumlah itu berkurang pada 2018. Di mana hanya ada 173 penderita kusta. Bahkan, di tahun 2019, jumlah penderita kusta kian menurun. Sekitar 157 penderita.

Hal inilah yang membuat prevalensi kusta di Kabupaten Pasuruan rendah. Bahkan, di bawah 1 per 10 ribu. Karena jumlah penduduk di Kabupaten Pasuruan mencapai 1,8 juta.

“Sedangkan jumlah penderita kusta saat ini hanya 157 orang. Jadi, di bawah 1 per 10 ribu atau lebih tepatnya sekitar 0,9 per 10 ribu penduduk,” sambungnya.

Dasar inilah yang membuatnya memilih untuk mendeklarasikan eliminasi penyakit kusta di Kabupaten Pasuruan. Ia pun yakin, eradikasi atau penghabisan penyakit kusta bisa terwujud pada 2022 mendatang.

“Mereka yang terjangkit kusta ini, sekarang menjalani pengobatan rutin. Target kami, eradikasi kusta bisa terwujud 2022,” pungkasnya. (one/hn/fun)