Pembentukan AKD di DPRD Kota Pasuruan Alot, Distribusi Sejumlah Fraksi Tak Imbang

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Rapat pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD) DPRD Kota Pasuruan, berlangsung alot. Hal itu dikarenakan distribusi anggota oleh sejumlah fraksi di tiga komisi tak seimbang.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, Senin (28/10) DPRD Kota Pasuruan menggelar rapat untuk membentuk AKD. Rapat dimulai sekitar pukul 10.40, namun hingga sekitar pukul 13.00, belum ada kata sepakat terkait penetapan tiga komisi. Untuk sementara, dewan hanya menetapkan Badan Anggaran (Banggar) dan Badan Musyawarah (Banmus).

Sekadar diketahui, DPRD Kota Pasuruan terdiri atas tiga komisi. Dalam tata tertib dewan disebutkan jika komposisi anggota di setiap komisi harus setara. Sementara seluruh anggota dewan berjumlah 30 orang.

Jika dikurangi unsur pimpinan, menyisakan 27 orang anggota. Dengan demikian, masing-masing komisi setidaknya beranggotakan 9 orang. Namun, usulan setiap fraksi dalam rapat tidak seimbang.

Anggota yang diusulkan di komisi 3 lebih sedikit, hanya 7 orang. Sedangkan, komisi 1 dan komisi 2, masing-masing diusulkan 10 orang. “Kalau dari fraksi kami sudah proporsional, tiga anggota diusulkan menempati tiga komisi,” ujar Ketua Fraksi Gerindra Sumarjono.

Dia menilai distribusi anggota oleh masing-masing fraksi memang sepatutnya mengacu pada tata tertib. Meski tidak menyebutkan angka, namun klausul setara sudah bisa menjadi acuan yang jelas.

Karena proses yang cukup alot, rapat akhirnya diskors. Rapat kembali digelar sekitar pukul 14.15. Namun, rapat tak juga membuahkan hasil. “Baru terbentuk Banggar dan Banmus. Tinggal komisi yang belum,” ujar Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail Marzuki Hasan.

Politisi PKB itu menyebutkan, komisi belum bisa terbentuk karena distribusi fraksi kurang tepat. “Karena jumlah masing-masing fraksi kan tidak sama, ada yang ganjil ada yang genap. Jadi ada yang menumpuk,” ujarnya.

Ismail mengaku, pihaknya akan kembali berkomunikasi dengan seluruh fraksi. Agar pembentukan komisi segera tercapai. Ia menargetkan, pembentukan komisi bisa selesai pekan depan. “Kami coba komunikasi lagi dengan fraksi-fraksi untuk menata lagi pendistribusiannya agar merata, sesuai dengan yang diatur dalam tatib (tata tertib),” ujarnya. (tom/rud/fun)