alexametrics
26.7 C
Probolinggo
Friday, 30 October 2020

Bahaya, Sebulan Ada 3 Warga Terperosok Limbah Pabrik Gula

GENDING – Pembuangan limbah pabrik gula di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, sudah tiga kali memakan korban. Rata-rata mereka terperosok ke dalam limbah yang disebut abu ketel tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh warga setempat yakni Nur Astuti. Menurutnya, limbah yang ada di depan rumahnya itu memang membahayakan.

“Sudah tiga kali ini ada yang terkena limbah. Terakhir yaitu yang mau mancing beberapa hari lalu itu. Katanya sih terperosok terus kakinya masuk ke tumpukan limbah,” terangnya.

Lebih lanjut, menurutnya, limbah itu sudah beberapa tahun lalu dibuang di daerah itu. Namun, efeknya masih ada. Yakni, abu ketel itu masih mengeluarkan panas.

Sehingga, membahayakan bagi warga. Menurut Astuti, meskipun bahaya tetapi tidak ada rambu atau papan peringatan yang ada di lokasi.

“Tidak ada peringatannya. Itu, sudah dari dulu seperti itu. Jadi, ya tidak tahu kalau itu apa dan lain sebagainya,” ujarnya. Limbah yang ada di depan rumahnya itu sendiri sepengetahuannya, masih terus menyimpan hawa panas. Bahkan, rumput yang ada di atasnya yang semula hijau mengering dan terbakar.

“Itu ada apinya. Tidak tahu api itu karena apa. Tetapi, saat terkena terik matahari, api itu membakar rumputnya. Agar anak saya tidak main ke lahan itu (limbah, Red), suami saya menyurati yang punya tanah dan akhirnya dipagar,” terangnya.

Pantauan di lokasi limbah, terlihat banyak rumput yang menghitam. Rumput itu seperti habis terbakar. Antara lahan penuh limbah satu dan lainnya terpisah sepetak sawah.

Selain itu, kedalaman tumpukan limbah abu ketel itu hampir sekitar dua meter. Sehingga, jika ada warga yang jatuh ke dalam tumpukan limbah, membahayakan nyawa. Sebab, akan terkubur dan terpanggang panasnya limbah.

Sementara itu, Manajer Pengelolaan Pabrik Gula Wonolangan Yus Asmoro mengatakan, limbah abu ketel tersebut memang masih aktif. Karena itu, pihaknya akan menimbun lahan itu.

“Sehingga bisa dipadatkan. Ketinggian aman yakni sekitar 30 sentimeter untuk tumpukannya. Kalau setinggi yang ada di lokasi itu memang tidak aman,” jelasnya.

Menurutnya, limbah abu ketel itu sendiri masih mengandung unsur gula. Sehingga, ketika terkena sinar matahari akan terjadi semacam fermentasi.

Nah, dari proses itulah abu ketel itu menyimpan panas. “Jadi, panasnya itu ada di dalam. Oleh karena itu seperti yang saya bilang tadi, akan saya ratakan agar tidak membahayakan. Selain itu, juga akan kami berikan pagar agar tidak membahayakan warga,” terangnya.

Yus –sapaannya- menjelaskan, mengenai adanya tiga kali insiden itu pihaknya masih belum mengetahui. Sebab, baru satu kejadian ini yang ada laporan kepada pihaknya. “Belum tahu kalau sudah tiga kali kejadian. Yang kami tahu yang terakhir ini karena ada yang laporan,” jelasnya. (sid/rf/mie)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pengedar Sabu asal Nguling Dibekuk di Lumbang Probolinggo

Johan, 32, warga Desa Sanganom, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, diciduk Satreskoba Polres Probolinggo.

Berangkat Kerja, Warga Sumberdawesari Grati Tewas Tertabrak Truk

Korban diduga hendak mendahului kendaraan yang di depannya dari sisi kanan, bersamaan itu, ada truk kontainer yang melaju dari arah berlawanan.

CBR Tabrak Pejalan Kaki di Pandaan, Dua Korban Terluka

Dalam kejadian laka lantas ini, posisi pengendara motornya berada di pihak yang kurang menguntungkan.

Ada Gangguan di Ruang Penggilingan Batu Bara, PJB Unit 9 Terbakar

Pemulihan peralatan-peralatan yang rusak yang akan membutuhkan waktu perbaikan selama 3-5 hari.

Angkut 4.840 Liter Solar, Kapal Terbakar di Gili Ketapang  

Saat pemindahan solar menggunakan mesin pompa, diduga mengalami kebocoran selang.