Setahun Bupati Irsyad Yusuf-Wabup KH A Mujib Imron Memimpin Kabupaten Pasuruan, Ini Harapan Keduanya

KOMPAK: Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dan Wabup KH A Mujib Imron bersama Forkopimda dan pejabat sejumlah instansi, berfoto bersama setelah mengikuti apel upacara peringatan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke 1090 beberapa waktu lalu. Persis 24 September 2019, masa kepemimpinan mereka sudah setahun. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

Tepat 24 September lalu, Irsyad Yusuf bersama KH A Mujib Imron genap setahun memimpin Kabupaten Pasuruan. Di tahun pertama memimpin, keduanya sudah banyak menciptakan gebrakan dengan program-programnya. Tapi, tak sedikit pula tantangan maupun hambatan yang dihadapi mereka.

———–

Tantangan terberat itu salah satunya,”stok” pemimpin organisasi perangkat daerah (OPD) yang semakin menipis. Betapa tidak, banyak pejabat yang purnatugas. Imbasnya, ada beberapa OPD harus dijabat pelaksana tugas (Plt). Pemkab Pasuruan pun hanya bisa melakukan rotasi, sembari menunggu proses lelang jabatan yang membutuhkan banyak tahap.

Tantangan lain yang harus dihadapi ialah bagaimana menjalankan program pemerintahan sesuai dengan visi-misi saat pencalonan dahulu. Dengan OPD yang diisi Plt, Bupati Pasuruan harus efektif menempatkan pejabat. Supaya pembangunan on the track dengan RPJMD.

“Tentu hal tersebut menjadi tantangan maupun tanggung jawab saya dan Wakil Bupati. Bagaimanapun pelayanan terhadap publik maupun masyarakat harus tetap jalan,” beber alumni Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Pelayanan publik menjadi tolok ukur pemerintahan yang dipimpinnya. Karena publik terus menuntut, pemerintahan harus selalu berada di samping masyarakat. Tolok ukur good governance memang berkaitan dengan pelayanan publik yang maksimal. Tak pelak, beberapa programnya banyak bersentuhan dengan upaya peningkatan pelayanan.

Sebut saja program Kenduren Mas yang kini menjadi agenda rutin Pemkab Pasuruan untuk selalu hadir di tengah persoalan klise masyarakat. Contoh kecilnya, soal administrasi kependudukan. Masyarakat kerap meminta cara instan. Melalui Kenduren Mas inilah, pemkab berupaya selalu hadir.

Begitu juga dengan Wak Muqidin (Wayahe Kumpul Mbangun TPQ dan Madin). Sebuah program pendidikan yang menggabungkan konsep pendidikan formal maupun nonformal. Menciptakan Pendidikan Karakter yang tujuannya untuk generasi penerus. Supaya tak salah mengambil langkah demi mewujudkan cita-cita ke depan.

Wak Muqidin ini diyakini menjadi pendidikan masa depan. Bagaimana ketika siswa belajar pendidikan di sekolah, namun tetap mendapatkan pendidikan agama di madrasah maupun TPQ. Program ini memiliki output, bukan dalam waktu singkat. Lewat Wak Muqidin inilah, siswa yang menjadi generasi penerus bangsa dan sebagai benteng dari pengaruh negatif di zaman globalisasi serta pesatnya perkembangan Iptek, khususnya teknologi informasi.

Sejalan dengan itu, Kabupaten Pasuruan yang berada di kawasan segitiga emas, harus terus bersinergi dengan banyak pihak. Keberadaan jalan tol yang kini dianggap memudahkan akses adalah sebuah investasi besar bagi daerah. Tantangannya, bagaimana upaya pemkab dengan adanya tol tersebut, bisa turut menaikkan perekonomian masyarakat.

 

KOMPAK: Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dan Wabup KH A Mujib Imron usai mengikuti upacara Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1090. Keduanya bahu-membahu demi mewujudkan pembangunan sesuai dengan visi-misi saat menyalonkan diri 2018 silam. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

“Saya Beruntung Memiliki Wabup Mujib Imron”

KESIBUKAN Irsyad Yusuf menjadi kepala daerah dan memimpin Kabupaten Pasuruan, tak membuatnya berhenti untuk turun ke lapangan. Hal yang sama pula dilakukan oleh Wakil Bupati Mujib Imron yang bertugas sebagai pembantu bupati untuk menjalankan tugas pemerintahan. Ini, terlihat dari keduanya yang mampu berbagi tugas, bahkan menjadi prosesor untuk mengatur rencana pembangunan jangka menengah daerah, sesuai visi-misi yang disusun saat pencalonan 2018 silam.

Kompaknya Irsyad Yusuf maupun Mujib Imron terlihat saat keduanya bahu-membahu untuk bekerja sebagai pelayan rakyat. Begitu juga saat keduanya berbagi tugas, bila ada suatu kepentingan yang tak bisa ditinggal. Kekompakkan ini juga berjalan saat Irsyad Yusuf-Mujib Imron menjadi eksekutif di birokrasi. Tapi, bagaimanapun sibuknya mereka, selalu ada tempat untuk bertemu dengan masyarakat.

Seperti ketika beberapa waktu lalu saat Irsyad Yusuf menghadiri peresmian kantor Desa Martopuro maupun embung di Kecamatan Purwosari. Usai dari acara formil, Irsyad Yusuf meninjau dan menyapa para pedagang di Pasar Purwosari. Bahkan saat bertemu Jawa Pos Radar Bromo (RB), orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan tersebut begitu nyaman diwawancarai di bawah kantor pasar dengan dikerumuni warga.

Irsyad membeber fokus pembangunan tahun 2019 dibawah kepemimpinannyabersama Wakil Bupati Pasuruan KH. A. Mujib Imron. Termasuk tentang Pembangunan Berbasis Keluarga dan Pendidikan Karakter. Bagi Bupati Pasuruan HM. Irsyad Yusuf, S.E, MMA, arah pembangunan Kabupaten Pasuruan tidak hanya semata berada di pundaknya dan Wakil Bupati Pasuruan. Namun, juga tergantung pada peran semua pihak seperti wawancara berikut ini:

RB: Sudah setahun pasangan ADJIB (jargon Irsyad Yusuf-Mujib Imron saat nyalon di 2018) memimpin. Di masa ini, apa yang menjadi tantangan bagi keduanya?

IY: Pertama-tama, rasa syukur Alhamdulillah harus saya ucapkan yang sudah setahun ini memimpin. Ada beberapa program prioritas yang masih berjalan, meski kami menyadari, penyusunan APBD (2019) ini kan dibuat sebelum kami menjabat. Sehingga, kami melakukan penyesuaian-penyesuaian yang idealnya melalui P-APBD. Tetapi, Alhamdulillah gerakan-gerakan pembangunan berbasis keluarga dan pendidikan karakter ini sudah kami mulai. Minimal dengan keterlibatan seluruh stakeholder pendidikan. Bagaimana menyosialisasikan Wak Muqidin, bagaimana TPQ dan Madin menjadi suatu kewajiban bagi pendidikan karakter. Tentu, kami berharap di P-APBD ada penyesuaian-penyesuaian yang nantinya bisa menunjang program ini. Kalaupun tidak, kami akan memaksimalkan APBD induk yang sudah disusun. Meski sebenarnya waktu itu dibuat saat saya belum menjabat. Tapi, akan saya evaluasi dalam pelaksanaannya. Minimal dalam pemanfaatan APBD ini sudah mengarah pada fokus pembangunan kami.

RB: Apakah selama ini ada kendala?

IY: Tentu ada banyak kendala. Banyak hambatan, namun itu menjadi konsekuensi kami. Kewajiban-kewajiban pemerintah yang rutin berkaitan dengan koordinasi untuk menyinergikan RPJMD Kabupaten Pasuruan, kemudian RPJMD Provinsi dan nasional yang sudah disusun oleh Presiden Jokowi di periode kedua ini. Nantinya akan kami sesuaikan dengan cepat. Terutama sektor pariwisata ini yang akan kami genjot, sebagaimana upaya pemerintah untuk menyambut peluang yang sudah ditetapkan. Misalnya, Bromo sebagai 10 unggulan destinasi wisata nasional. Kemudian dioperasionalkannya tol.

RB: Tantangan terberat di periode kedua kali ini apa? Bagaimana cara Bupati Pasuruan menghadapinya?

IY: Mempertahankan hal yang sudah baik. Mempertahankan WTP misalnya. Mudah-mudahan bisa kami pertahankan. Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintahan (Sakip), kalau perlu bisa naik. Kemudian reformasi birokrasi yang menjadi fokus kami. Dengan tantangan banyaknya kepala-kepala dinas yang purnatugas. Ini, tantangan bagi saya dan Wakil Bupati untuk berikutnya tetap mengefektifkan dan tidak mengurangi peningkatan pelayanan. Dengan kepala dinas yang purnatugas, pastinya kami menyiapkan lelang jabatan. Untuk mengisi jabatan Pratama atau Eselon II. Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

RB: Sebagai pejabat pembina kepegawaian, apakah Bupati dan Wabup kompak untuk menunjuk siapa orang yang tepat menjadi pejabat?

IY: Saya pikir soal aturan lelang jabatan di Kementerian Reformasi Birokrasi sudah jelas. Bagaimana mengisi kekosongan jabatan itu dengan assessment, kemudian lelang terbuka terhadap OPD yang kosong. Itu akan kami lakukan bertahap karena anggaran kami belum kami rencanakan untuk mengisi kekosongan di OPD. Mungkin tahap pertama akan kami isi 7 OPD dahulu. Sebagai pejabat pembina kepegawaian, saya bisa menilai, kapasitas dan kapabilitas seorang ASN yang ada maupun yang ikut lelang.

RB: Tantangan seperti apa yang terjadi pemerintahan?

IY: Kami ingin membangun pemerintahan yang transparan, sesuai dengan janji kami sewaktu nyalon dulu. Ini juga sudah saya terapkan. Bahkan, di tahun ini, penilaian Koordinator unit Koordinasi dan Supervisi Bidang Pencegahan (Korsupgah), naik. Awalnya, Kabupaten Pasuruan berada di urutan ketiga paling bawah dari seluruh daerah di Jawa Timur. Seketika itu kami pacu OPD. Alhamdulillah, selama bisa kami benahi hingga posisi Kabupaten Pasuruan sekarang berada di lima besar. Transparansi ini juga bagian dari implementasi birokrasi, sesuai dengan program nasional Reformasi Birokrasi 2019.

RB: Tahun 2016, Bangil resmi menjadi ibu kota Kabupaten Pasuruan. Sejauh apa perkembangan yang sudah ada di Bangil saat ini dan rencana ke depan seperti apa?

IY: Beberapa kantor OPD sudah terpusat di Bangil, di kompleks perkantoran Pemkab Pasuruan. Ke depan, kami ingin memindahkan semua pelayanan pemerintahan ke ibu kota Kabupaten Pasuruan. Karena ini merupaakan konsekuensi ketika Bangil ditetapkan menjadi ibu kota. Insya Allah tahun 2020 memiliki rencana untuk memindahkan kesekretariatan, termasuk kantor Bupati dan Wabup. Tapi, ini juga bertahap ya, kami gak mungkin menggunakan APBD karena pemindahan membutuhkan biaya cukup besar. Karena kami masih memiliki prioritas untuk fokus kepada pelayanan publik kita.

RB: Banyak harapan dari masyarakat Kabupaten Pasuruan agar Pemkab Pasuruan giat untuk mempromosikan potensi pariwisata daerah. Bagaimana tanggapan Anda?

IY: Kami ucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat dan semua pihak yang tidak henti mendukung kami untuk melahirkan inovasi-inovasi lewat program yang bisa mengangkat Kabupaten Pasuruan. Ke depan setelah jalan-jalan kami perbaiki, infrastruktur, sarana pariwisata sudah rampung kami tata, kami akan genjot promosi pariwisata yang ada di Kabupaten Pasuruan ke semua skala.

 

DEKAT: Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf ketika menyapa pedagang Pasar Purwosari beberapa waktu lalu. Bupati berharap semua elemen bisa bahu-membahu membangun Kabupaten Pasuruan. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

 

RB: Tahun 2020 Bupati dan Wabup fokus pada Peningkatan Pelayanan Publik, Reformasi Birokrasi dengan peningkatan kapasitas SDM. Bentuknya seperti apa?

IY: Bagaimana terintegrasinya antara evening at directing, kemudian ada smart city yang sudah kami gagas. Tahun depan kami juga berharap bisa membangunan Graha Pelayanan Publik yang tentunya ada di wilayah Bangil. Jadi, ada pelayanan yang terintegrasi, baik perizinan, layanan kependudukan, dengan instansi vertikal yang lain. Misalnya SIM, Samsat, pelayanan pajak. Semuanya akan dijadikan tersentral dalam suatu gedung.

RB: Pembangunan wilayah timur yang sampai kini dirasa masih berjalan di tempat. Apakah ini juga karena Rencana Detail Tata Ruang yang belum selesai?

IY: RDTR sejatinya sudah kami bahas. Mudah-mudahan tahun depan ini bisa terealisasi perubahan tata ruang Kabupaten Pasuruan. Sehingga, peluang berinvestasi di wilayah timur semakin terbuka. Apalagi, sarana dan prasarana pendukungnya kan cukup lengkap. Di sana ada exit tol (Gempol-Pasuruan), sumber daya energi yang masih surplus, sumber air yang akan sebentar lagi akan berjalan.

RB: Duet antara Irsyad Yusuf-Mujib Imron akan menjadi pemerintahan hingga tahun 2024. Bagaimana duet antara ulama dan umara ini?

IY: Saya sangat bersyukur memiliki Wabup Mujib Imron. Kami bisa bersinergi, berbagi tugas, dan kami punya komitmen bahwa maju sebagai bupati dan wabup meski melawan kotak kosong. Kami berdua sebagai suatu kesatuan. Saya pun berterima kasih, Pak Wabup menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Saya merasa sangat terbantu.

RB: Bagaimana dengan DPRD yang baru dibentuk? Apakah dengan komposisi yang baru ini bisa bersinergi?

IY: Begitu juga dengan DPRD, yang menjadi mitra kerja kami di eksekutif. Kami berharap penyempurnaan dari rancangan peratuan daerah, baik APBD atau lainnya, tentu disempurnakan oleh legislatif. Saya juga berharap, DPRD sebagai wakil rakyat bisa menyampaikan aspirasi dari rakyat yang diwakili, melalui sistem yang sudah kami bangun. Termasuk mengimplementasikan e-planning dan e-budgeting. Yang kami harapkan 2020 bisa dilaksanakan. Sehingga, semuanya bisa berjalan dengan transparan. Sebagaimana visi-misi saya dan Wabup, kami ingin membangun dengan kolaborasi. Tidak hanya bupati dan wabup, tapi semuanya ikut membangun. Masyarakat, pemerintah daerah, legislatif, hingga pemerintahan desa di tingkat paling bawah.

Tantangan berikutnya, Kabupaten Pasuruan secara geografis berada di wilayah cukup kompleks. Soal banjir, kekeringan, kebakaran hutan, longsor, puting beliung. Ini bencana rutin. Saya kira itu menjadi tugas kami berdua. Tapi paling tidak, pelayanan maupun keberpihakan kepada masyarakat tetap menjadi utama dan nomor satu. (fun)