Cegah Banjir dan Bau Busuk, Anak DAS Wrati Dibersihkan

BEJI, Radar Bromo – Bau menyengat dan ancaman banjir yang kerap terjadi ketika musim hujan di Sungai Wrati, memantik perhatian sejumlah kalangan. Gerakan bersih-bersih sungai pun dilakukan untuk meminimalisasi ancaman tersebut.

Bersih-bersih sungai itu seperti yang terlihat Minggu (29/9). Pembersihan dilakukan di anak sungai Kali Wrati yang berada di Cangkringmalang, Kecamatan Beji.

Sejumlah warga, aktivis lingkungan, serta instansi pemerintah terkait turut serta dalam kegiatan tersebut. Koordinator Tim Forum Terpadu DAS Kali Wrati Henry Sulfianto menyampaikan, giat bersih-bersih tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya. Di mana, ada rencana pembersihan Sungai Wrati yang akan dilakukan warga dengan pihak perusahaan.

“Hanya saja saat ini, hanya satu perusahaan yang terlibat,” sesalnya.

Ia menambahkan, pembersihan Anak Sungai Wrati itu dilakukan sebagai upaya meminimalisasi ancaman banjir yang kerap melanda desa-desa yang dilalui Sungai Wrati. Seperti Kedungringin dan Kedungboto, Kecamatan Beji.

Pembersihan tersebut merupakan langkah awal karena proyeksinya akan dilakukan berkelanjutan.

“Ini tahap awal. Selain mencegah banjir, juga untuk meminimalisasi bau yang ditimbulkan oleh endapan limbah oleh perusahaan,” ungkapnya.

Ketua LSM Amphibi Kabupaten Pasuruan Furqon menegaskan, penanganan pencemaran limbah memang tidak hanya bisa diatasi dengan bersih-bersih sungai. Karena pemerintah juga harus mengatasinya dengan menutup sumbernya.

“Tapi paling tidak, langkah ini bisa meminimalisasi pencemaran yang ada. Kami juga meminta agar pemkab tegas untuk memberikan tindakan kepada perusahaan pembuang limbah,” tandasnya.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan Najib Setiawan meminta agar Pemkab Pasuruan menindak tegas perusahaan yang membuang limbah ke sungai. Hal ini dimaksudkan agar sungai di wilayah Kabupaten Pasuruan khususnya Kali Wrati tidak lagi dicemari limbah.

“Kami berterima kasih dengan adanya giat bersih-bersih ini. Meski tidak bisa mengembalikan kondisi sungai seperti semula, setidaknya bisa mengurangi kerusakannya. Kami juga berharap agar Pemkab tidak segan-segan dalam menegakkan aturan terhadap pembuang limbah,” desaknya.

Kepala Bidang Pengolahan Sampah DLH Kabupaten Pasuruan Suprapto menyampaikan, giat bersih-bersih anak sungai Kali Wrati itu merupakan embrio. Karena kegiatan serupa akan dilakukan menyeluruh di sungai-sungai lain secara bertahap.

Langkah ini dilakukan dalam upaya pengurangan sampah yang ada di sungai. Baik sampah domestik ataupun limbah perusahaan. “Ini merupakan awal. Karena akan dilakukan secara berkesinambungan,” jelasnya saat ditemui di lokasi.

Suprapto menambahkan, pembersihan ini dilakukan pula untuk menelusuri pembuang limbah ke sungai. Sekaligus memberi daya dorong kepada perusahaan agar merasa malu untuk kembali membuang limbahnya di sungai.

“Kalau tidak dibersihkan, akan kesulitan juga perusahaan mana yang membuang limbahnya ke sungai. Langkah ini juga diharapkan untuk memberi penyadaran kepada perusahaan agar tidak lagi membuang limbahnya ke sungai,” pungkasnya. (one/fun)