Bawa Sajam, Sempat Ancam Polisi, Warga Kademangan Diamankan di Nguling

DITAHAN: Abdulloh yang Minggu (29/9) dini hari diamankan polisi di Desa Sumberanyar. Inset: Barang bukti celurit yang juga disita polisi. (Foto: Polres Kota Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PURWOREJO, Radar Bromo – Abdulloh, 35, harus berurusan dengan pihak kepolisian Minggu dini hari (29/9). Itu setelah pria asal Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo ini tertangkap basah membawa senjata tajam (sajam) di tubuhnya. Ia pun kini ditahan di Mapolsek Nguling.

Peristiwa ini diketahui terjadi sekitar pukul 02.00. Dini hari itu, anggota Polsek Nguling sedang melakukan patrol. Tak lama kemudian, saat melintas di Desa Sumberanyar, Kecamatan Nguling, mereka melihat Abdulloh sedang duduk di atas motornya.

Curiga melihat tingkah laku Abdulloh, mereka pun menghampirinya dan menanyakan maksud Abdulloh duduk di tempat itu, saat dini hari. Ketika itulah, Abdulloh mengeluarkan sajam jenis celurit dari balik punggungnya dan mengancam anggota yang sedang patroli.

Abdulloh pun berupaya diamankan oleh petugas. Namun, ia sempat melawan. Kebetulan, ada warga yang melintas di lokasi ini dan membantu petugas patroli untuk mengamankannya ke Mapolsek Nguling. Dari tangannya, polisi mengamankan barang bukti (BB) berupa satu buah celurit dan Handphone merk NOKIA.

Kasubbag Humas Polresta Pasuruan, AKP Endy Purwanto mengungkapkan dari hasil pemeriksaan, Abdulloh mengaku terpaksa melakukan sajam sebagai perlindungan diri. Sebab, dirinya memiliki banyak musuh yang tidak menyukainya.

“Pelaku kami kenakan pasal 2 ayat 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951 tentang membawa sajam tanpa dilengkapi surat izin dengan ancama pidana penjara selama 10 tahun,” terang Endy. (riz/fun)