Ribuan Santri Iringi Pemakaman Pengasuh PZH Genggong KH Abdil Bar  

IRINGI PEMAKAMAN: Ribuan Santri Ponpes Zainul Hasan (PZH) Genggong saat mengiringi pemakaman KH Abdil Bar atau Non Bang, Minggu Malam. Inset KH Abdil Bar semasa hidup. (Agus Faiz Musleh/ Radar Bromo)

Related Post

PAJARAKAN, Radar Bromo-Duka mendalam sedang dirasakan keluarga besar Pesantren Zainul Hasan (PZH) Genggong Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Salah satu pengasuhnya, KH. Hasan Abdil Bar atau akrab disapa Non Bang, tutup usia Minggu petang (30/8).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kakak kandung KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah itu tutup usia di RSUD Waluyo Jati Kraksaan sekitar pukul 17.20. Non Bang masuk rumah sakit tersebut sejak dua hari lalu. Sebelum menjalani perawatan di RSUD Waluyo Jati, Non Bang dirawat di RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo.  “Betul, beliau telah wafat,” ujar Humas RSUD Waluyo Jati Kraksaan Sugianto.

Wafatnya putra Al-Arifbillah KH. Hasan Saifurridzal itu, juga dibenarkan adiknya, KH. Hasan Mutawakkil Allalah dan sejumlah keluarga besar pesantren. Non Bang wafat dalam usia 63 tahun. Dia meninggalkan seorang istri dan empat anak.

“Kakak saya, KH Mohamad Hasan Abdil Bar hari ini (telah wafat, Red). Teriring harapan dan doa semoga almarhum husnulkhatimah, amin” tutur Kiai Mutawakkil.

Saiful Islam, salah satu saudara mendiang menjelaskan, Non Bang meninggal karena sakit jantung. Jenazahnya tiba di rumah duka sekitar pukul 19.52, di Desa Karangbong, Kecamatan Pajarakan. Namun, sejak sore saat berita meninggalnya Nong Bang viral di media sosial, ribuan santri dan alumni telah memadati rumah duka.

Rencananya, jenazah kiai yang dikenal pendiam dan murah senyum itu, akan dikebumikan Minggu malam. Ia dimakamkan di kompleks pemakaman khusus keluarga pesantren yang berada di sebelah barat Masjid Al-Barokah Genggong.

Sebelum dimakamkan, almarhum disalati di Masjid Al-Barokah. Hanya saja proses pemakaman, ribuan santri dan alumni memadati rumah duka. Bahkan, halaman Masjid Al-Barokah Genggong penuh sesak. Hampir tidak ada celah sekadar untuk melangkah. Selain itu, sejumlah ulama lainnya juga turut hadir. (mu/hn)