alexametrics
24.5 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Bibit Bawang Merah Mahal, Tapi Harga Turun saat Panen Raya

DRINGU, Radar Bromo – Petani bawang merah di Kabupaten Probolinggo dilanda kebingungan. Pasalnya, harga bawang merah sejak sepekan terakhir turun drastis. Bahkan, harga bawang merah terendah sampai Rp 5.000/Kg. Sedangkan, harga bibit bawang merah sendiri naik.

Turunnya harga bawang merah diduga banyak faktor. Terutama terjadinya panen raya bawang merah di sejumlah daerah diluar Kabupaten Probolinggo. Seperti di Nganjuk dan Sumatera. Bahkan, diperkirakan bulan depan, harga bawang merah akan terus semakin murah. Mengingat, diprediksi awal bulan Agustus besok, sekitar 400 hektare tanaman bawang merah di Nganjuk akan panen raya.

Wiyono, salah satu pedagang bawang merah di Pasar Bawang Dringu mengatakan, harga bawang merah paling murah sekitar Rp 6.000 sampai Rp 5.000/Kg dengan kualitas jelek. Sedangkan kualitas paling bagus harganya paling tinggi sekitar Rp 15.000/Kg. Harga bawang merah itu turun dibanding beberapa pekan sebelumnya.

”Sebelumnya, bawang merah kualitas bagus itu harganya paling murah Rp 20 ribu. Sekarang hanya sekitar Rp 15.000/kg. Kalau bawang merah paling murah sekarang bisa Rp 5.000/Kg, tapi kualitas jelek,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Disinggung soal faktor turunnya harga bawang merah, Wiyono yang berasal asal Kebonsari Kulon, Kota Probolinggo itu mengungkapkan, harga bawang merah turun, karena adanya pasokan dari luar daerah cukup banyak. Mengingat, saat ini terjadi panen raya.”Kalau pembeli lumayan masih cukup ramai. Tapi kalau harganya murah begini, kasihan petaninya,” terangnya.

Maryanti pedagang bawang merah lainnya mengungkapkan, harga bawang merah turun alias murah. Tetapi, disisi lain harga bibit bawang merah makin mahal. Sebelumnya harga bibit itu sekitar Rp 20.000/kg, saat ini naik menjadi sekitar Rp 30.000/Kg. ”Selain bibit bawang merah, obat tanamannya juga mahal,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Bawang Dringu, Sutaman Efendi saat dikonfirmasi membenarkan turunnya harga bawang merah. Itu karena terjadinya panen raya di sejumlah daerah, termasuk di Kabuapten Probolinggo sendiri. Sehingga, pasokan bawang merah melimpah.

”Kalau pasokan bawang merah dari luar daerah, saya pantau sangat sedikit. Bahkan, banyak yang tidak menerima bawang merah dari Nganjuk atau luar daerah. karena kualitasnya memang lebih bagus dari Probolinggo,” terangnya. (mas/fun)

DRINGU, Radar Bromo – Petani bawang merah di Kabupaten Probolinggo dilanda kebingungan. Pasalnya, harga bawang merah sejak sepekan terakhir turun drastis. Bahkan, harga bawang merah terendah sampai Rp 5.000/Kg. Sedangkan, harga bibit bawang merah sendiri naik.

Turunnya harga bawang merah diduga banyak faktor. Terutama terjadinya panen raya bawang merah di sejumlah daerah diluar Kabupaten Probolinggo. Seperti di Nganjuk dan Sumatera. Bahkan, diperkirakan bulan depan, harga bawang merah akan terus semakin murah. Mengingat, diprediksi awal bulan Agustus besok, sekitar 400 hektare tanaman bawang merah di Nganjuk akan panen raya.

Wiyono, salah satu pedagang bawang merah di Pasar Bawang Dringu mengatakan, harga bawang merah paling murah sekitar Rp 6.000 sampai Rp 5.000/Kg dengan kualitas jelek. Sedangkan kualitas paling bagus harganya paling tinggi sekitar Rp 15.000/Kg. Harga bawang merah itu turun dibanding beberapa pekan sebelumnya.

”Sebelumnya, bawang merah kualitas bagus itu harganya paling murah Rp 20 ribu. Sekarang hanya sekitar Rp 15.000/kg. Kalau bawang merah paling murah sekarang bisa Rp 5.000/Kg, tapi kualitas jelek,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Disinggung soal faktor turunnya harga bawang merah, Wiyono yang berasal asal Kebonsari Kulon, Kota Probolinggo itu mengungkapkan, harga bawang merah turun, karena adanya pasokan dari luar daerah cukup banyak. Mengingat, saat ini terjadi panen raya.”Kalau pembeli lumayan masih cukup ramai. Tapi kalau harganya murah begini, kasihan petaninya,” terangnya.

Maryanti pedagang bawang merah lainnya mengungkapkan, harga bawang merah turun alias murah. Tetapi, disisi lain harga bibit bawang merah makin mahal. Sebelumnya harga bibit itu sekitar Rp 20.000/kg, saat ini naik menjadi sekitar Rp 30.000/Kg. ”Selain bibit bawang merah, obat tanamannya juga mahal,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Bawang Dringu, Sutaman Efendi saat dikonfirmasi membenarkan turunnya harga bawang merah. Itu karena terjadinya panen raya di sejumlah daerah, termasuk di Kabuapten Probolinggo sendiri. Sehingga, pasokan bawang merah melimpah.

”Kalau pasokan bawang merah dari luar daerah, saya pantau sangat sedikit. Bahkan, banyak yang tidak menerima bawang merah dari Nganjuk atau luar daerah. karena kualitasnya memang lebih bagus dari Probolinggo,” terangnya. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/