Ketua LSM di Probolinggo Terjaring OTT, Minta Sepeda ke Kades Karanggeger

PAJARAKAN, Radar Bromo – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Reformasi Abdul Wahid diamankan Tim Saber Pungli Polres Probolinggo. Senin (29/6), dia terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di rumah Kepala Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, Bawon Santoso.

Informasinya, Wahid dibekuk Tim Saber Pungli sekitar pukul 13.00. Ia diduga memeras Kades Karanggeger Bawon Santoso. Kasat Reskrim Polres Probolinggo AKP Rizki Santoso membenarkan adanya OTT. Namun, ia belum bersedia menerangkannya secara detail. “Kalau sudah A1 dan ditahan, nanti kami sampaikan,” ujarnya.

Sampai pukul 20.00, Wahid masih terus menjalani pemeriksaan di Ruang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Probolinggo. Dengan mengenakan kemeja putih kombinasi hitam dan celana hitam, ia harus menjawab sejumlah pertanyaan penyidik.

Namun, kepada Jawa Pos Radar Bromo, warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, ini mengaku dijebak. Awalnya, kata Wahid, sekitar pukul 10.00, pihaknya melakukan panggilan ke nomor handphone Bawon. “Saya miss call nomor Pak Kades. Karena sebelumnya nomor saya diblokir,” ujarnya.

Tak lama kemudian, Wahid mengaku mendapatkan telepon balik dari Bawon. Saat itulah mereka membahas masalah duit. “Kades cair (tidak menjelaskan maksud dari cair, Red), terus saya bilang bagi-bagi dan minta belikan sepeda seharga Rp 5 juta,” katanya.

Setelah itu, telepon tersebut langsung dimatikan. Selang sekitar satu jam, Bawon kembali menelepon dan memanggilnya untuk memberikan uang Rp 3 juta. Wahid mengaku menolak dan memilih dirupakan sepeda. Namun, Bawon tetap memberikan uang. Sekitar pukul 13.00, Wahid mendatangi rumah Bawon.

“Saya awalnya tidak mau. Saya bilang saya dijebak. Saya minta belikan sepeda saja seharga Rp 5 juta. Karena dipaksa, saya terus datang ke rumahnya dan kades langsung memberikan uang kepada saya dan saya tolak,” jelasnya. Uang yang ditolak itu lantas dilemparkan kepadanya. Katanya, saat itulah ia ditangkap oleh Tim Saber Pungli Polres Probolinggo.

Tadi malam, Bawon masih enggan memberikan keterangan. Ketika dihubungi melalui sambungan teleponnya, tidak merespons. Namun, saat dikirimi pesan singkat melalui WhatsApp, ia membalas dan meminta dikonfirmasi hari ini. “Besok saja,” tulisnya. (sid/rud/fun)