Baru 10 Persen Desa Cairkan BLT-DD, Tahap Kedua Dicairkan Bertahap

CAIRKAN BANTUAN: Salah seorang KPM di Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, menandatangani bukti pencairan BLT- DD, beberapa waktu lalu. Kini, sejumlah desa telah mencairkan BLT-DD tahap kedua. (Foto: Dok. Radar Bromo)

Related Post

DRINGU, Radar Bromo – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) di Kabupaten Probolinggo, terus dilakukan. Setelah mencairkan BLT-DD tahap pertama, sejak sepekan lalu dilakukan penyaluran tahap kedua. Namun, sejauh ini baru 10 persen desa di Kabupaten Probolinggo yang telah menyalurkannya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Probolinggo Edi Suyanto mengatakan, saat ini penyaluran BLT-DD tahap dua tengah berlangsung. Penyaluarannya dilakukan secara bertahap. “Dari 325 desa se-Kabupaten Probolinggo, saat ini sekitar 10 persen sudah menyalurkan BLT-DD. Dan masih berlangsung di beberapa desa,” ujarnya.

Pemberian bantuan ini dilakukan setelah melakukan proses pengajuan dan setujui oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Bondowoso. Saat proses pengajuan dilakukan, pemerintah desa juga mengevaluasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Dari laporan tidak ada perubahan. Namun, proses evaluasi masih terus dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar diterima warga yang terdampak pandemi,” ujarnya.

Sebelumnya, pencairan BLT-DD tahap pertama menelan anggaran sekitar Rp 37,436 miliar. Bantuan itu diberikan kepada 62.394 KPM dengan masing-masing mendaparkan Rp 600 ribu.

“KPM yang telah menikmati bantuan, sebelumnya belum pernah mendapatkan bantuan sosial. Jadi, bantuan ini sangat diharapkan guna membantu memenuhi kebutuhan hidup,” jelasnya.

BLT-DD ini akan diperpanjang menjadi enam bulan. Tiga bulan pertama diberikan Rp 600 ribu per KPM per bulan dan tiga bulan berikutnya Rp 300 ribu per KPM per bulan. “Ada penambahan jangka waktu penyaluran BLT-DD. Ditambah tiga bulan, namun nominalnya lebih kecil,” ujar Edi. (ar/rud/fun)