alexametrics
25 C
Probolinggo
Tuesday, 5 July 2022

Banyak Dihasrati Pria, Lebih Baik Tak ke Masjid

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apakah benar seorang wanita itu lebih utama melakukan salat tarawih dan salat wajib di rumah daripada di masjid atau musala?

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

NINGRUM, KEDOPOK, PROBOLINGGO

 

————————————————————–

 

Waalaikum Salam Wr. Wb.

SALATNYA wanita yang masih muda dan dihasrati banyak pria memang lebih utama di rumah. Hal ini bukan berarti salat sendirian lebih utama daripada salat berjamaah. Bukan pula wanita tidak boleh berjamaah di masjid.

Dari sekian riwayat hadis yang ada, serta pendapat para ulama, wanita memang lebih utama salat berjamaah di rumah daripada di masjid atau musala. Hukum yang demikian apabila dikhawatirkan terjadinya fitnah, sehingga para ulama memberikan sekian kategori dalam bab ini sesuai situasi dan kondisi.

Status hukum wanita salat berjamaah di masjid atau di musala, bisa makruh apabila wanita tersebut banyak dihasrati kaum pria. Meski dengan berpakaian apa adanya atau wanita yang sudah berumur, namun memakai pakaian yang mencolok dan menarik perhatian pria.

Bisa jadi haram apabila salat berjamaah di masjid atau di musala tanpa seizin walinya bagi yang belum bersuami. Atau, tanpa seizin suaminya bagi yang sudah bersuami. (Lihat kitab I’anatut Thalibin, halaman 5 juz 2)

Islam memberikan aturan yang berbeda kepada wanita. Sebab, Islam sangat memuliakan wanita. Serta, mengkhawatirkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan berupa fitnah.

Fitnah yang dimaksud di sini bukan dalam pengertian secara umum. Yang dimaksud fitnah dalam bab ini adalah kekhawatiran terhadap keselamatan dan keamanan wanita tersebut. Baik saat berangkat maupun saat pulang dari masjid.

Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan tersebut, maka Nabi Muhammad SAW, bersabda; “Salatnya perempuan di kamar itu lebih baik daripada salat di ruang tengah, salatnya perempuan di ruang tengah itu lebih baik daripada salat di ruang tamu dan salatnya perempuan di rumah lebih baik daripada salat di masjid. (H.R. Imam Baihaqi)

Hadis ini bukan larangan wanita salat berjamaah di masjid. Hanya menyebutkan yang lebih utama. Bukankah tidak bijak apabila di satu sisi wanita dilarang salat berjamaah di masjid atau musala. Tetapi, di sisi lain dia dibiarkan berkeliaran di pasar tradisional, di mal-mal, atau di time line media sosial. Wallahu a’lam bisshowab. (*)

 

 

Nun Hassan Ahsan Malik, M.Pd.

Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong. Wakil Sekretaris Komisi Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat MUI Jawa Timur. Alumnus Rushaifah, Makkah, asuhan Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Alawy Al Maliki.

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Apakah benar seorang wanita itu lebih utama melakukan salat tarawih dan salat wajib di rumah daripada di masjid atau musala?

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

NINGRUM, KEDOPOK, PROBOLINGGO

 

————————————————————–

 

Waalaikum Salam Wr. Wb.

SALATNYA wanita yang masih muda dan dihasrati banyak pria memang lebih utama di rumah. Hal ini bukan berarti salat sendirian lebih utama daripada salat berjamaah. Bukan pula wanita tidak boleh berjamaah di masjid.

Dari sekian riwayat hadis yang ada, serta pendapat para ulama, wanita memang lebih utama salat berjamaah di rumah daripada di masjid atau musala. Hukum yang demikian apabila dikhawatirkan terjadinya fitnah, sehingga para ulama memberikan sekian kategori dalam bab ini sesuai situasi dan kondisi.

Status hukum wanita salat berjamaah di masjid atau di musala, bisa makruh apabila wanita tersebut banyak dihasrati kaum pria. Meski dengan berpakaian apa adanya atau wanita yang sudah berumur, namun memakai pakaian yang mencolok dan menarik perhatian pria.

Bisa jadi haram apabila salat berjamaah di masjid atau di musala tanpa seizin walinya bagi yang belum bersuami. Atau, tanpa seizin suaminya bagi yang sudah bersuami. (Lihat kitab I’anatut Thalibin, halaman 5 juz 2)

Islam memberikan aturan yang berbeda kepada wanita. Sebab, Islam sangat memuliakan wanita. Serta, mengkhawatirkan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan berupa fitnah.

Fitnah yang dimaksud di sini bukan dalam pengertian secara umum. Yang dimaksud fitnah dalam bab ini adalah kekhawatiran terhadap keselamatan dan keamanan wanita tersebut. Baik saat berangkat maupun saat pulang dari masjid.

Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan tersebut, maka Nabi Muhammad SAW, bersabda; “Salatnya perempuan di kamar itu lebih baik daripada salat di ruang tengah, salatnya perempuan di ruang tengah itu lebih baik daripada salat di ruang tamu dan salatnya perempuan di rumah lebih baik daripada salat di masjid. (H.R. Imam Baihaqi)

Hadis ini bukan larangan wanita salat berjamaah di masjid. Hanya menyebutkan yang lebih utama. Bukankah tidak bijak apabila di satu sisi wanita dilarang salat berjamaah di masjid atau musala. Tetapi, di sisi lain dia dibiarkan berkeliaran di pasar tradisional, di mal-mal, atau di time line media sosial. Wallahu a’lam bisshowab. (*)

 

 

Nun Hassan Ahsan Malik, M.Pd.

Pengasuh Pesantren Zainul Hasan Genggong. Wakil Sekretaris Komisi Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat MUI Jawa Timur. Alumnus Rushaifah, Makkah, asuhan Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Alawy Al Maliki.

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/