alexametrics
25C
Probolinggo
Saturday, 16 January 2021

Polemik Pemecatan Karyawan Apotek Sumber Waras Berakhir Damai

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Polemik antara Yuliati dengan manajemen Apotek Sumber Waras akhirnya berakhir. Itu, setelah Komisi III menggelar hearing Rabu (29/4) yang melibatkan keduanya. Usai hearing yang digelar pagi tersebut, kedua belah pihak bersalaman untuk berdamai.

Adapun yang hadir dalam hearing, seluruh anggota Komisi III DPRD Kota Probolinggo: Yuliati yang didampingi kuasa hukumnya, Siti Zuroidah Ampetawati; perwakilan Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kota Probolinggo; Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker), serta Owner Apotek Sumber Waras Citro Hendiyanto.

Dalam hearing yang berlangsung cukup singkat itu juga terungkap bahwa pemilik Apotek Sumber Waras belum menerbitkan Surat Pengalaman Kerja (SPK). Padahal, hal itu penting agar Yuliati bisa melamar pekerjaan di tempat lain. Menyikapi hal itu, Ketua DPC KSPSI Kota Probolinggo Faisol mengatakan, bahwa sebetulnya persoalan tersebut sudah selesai pada saat pramediasi yang dilakukan Senin (27/4). Bahkan, menurutnya, pihak owner Apotek Sumber Waras sudah memenuhi seluruh hak karyawan, sesuai dengan UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan dengan pesangon senilai Rp 37 juta.

“Saya sudah lama menangani kasus demikian. Baru kali ini pihak yang bersengketa berbaik hati dan memenuhi seluruh hak Ibu Yuliati. Padahal, di kasus lainnya, hanya setengahnya. Itu pun sudah diberikan secara langsung serta ada bukti terima dan tanda tangan yang diikuti foto. Dengan demikian, secara industrial sebetulnya persoalan ini sudah selesai,” kata Faisol.

Dalam surat pernyataaan yang bertanda tangan pihak yang bersengekta menyatakan pihak Yuliati tidak akan menuntut berupa apapun di kemudian hari. “Jadi, jika pihak Yuliati tetap melakukan tindakan hukum, maka akan mencederai sejarah yang telah dibuat pada Senin kemarin,” kata Faisol pada saat hearing.

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi III Agus Rianto mengatakan bahwa surat masuk kepada dewan pada Sabtu (25/4) sebelumnya. Kemudian hasil kesepakatan pramediasi yang telah ada penyelesaian pada Senin (27/4). Sehingga, menurutnya hal tersebut tak masalah. Jika memang sudah selesai, Agus bersyukur sudah ada penyelesaian. Tinggal SPK yang diminta oleh Yuliati. “Jika memang bisa diberikan, kenapa tidak?” kata Agus.

DI sisi lain, Owner Apotek Sumber Waras Citro Hendiyanto mengatakan bahwa ia meminta maaf dari lubuk hati yang paling dalam. Selain itu, dalam waktu dekat pihaknya juga akan menerbitkan SPK yang diminta.

“Saya sangat gugup dengan kasus ini, bahkan saya jadi kepikiran terus. Meski saya harus berusaha untuk memenuhi uang pesangon itu. Saya tidak bisa hadir langsung pada saat pramediasi karena saking gugupnya saya. Kepada Ibu Yuliati dan juga yang lainnya, dari lubuk hati yang paling dalam saya minta maaf,” ungkap Citro, sebelum RDP ditutup dan diakhiri dengan saling bersalaman.

Diberitakan sebelumnya, Yuliati, 33, warga Jl Cempaka yang merupakan kariyawan Apotek Sumber Waras, mengaku dipecat sepihak. Ia diberhentikan sepihak dengan tudingan terjangkit Covid-19. Di sisi lain, dia diberhentikan lantaran sakit yang ia alami. (rpd/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU