Tak Bisa Ikut Bacawali Golkar, Teno: Mungkin karena Dua Kursi

PASURUAN, Radar Bromo – Lima orang yang mendaftarkan diri agar masuk penjaringan DPD Partai Golkar Kota Pasuruan dinilai sudah cukup. Karenanya, partai politik pemilik tujuh kursi di parlemen ini dipastikan tidak lagi menerima “tamu”.

Dengan begitu, peluang bakal calon wali kota petahana Raharto Teno Prasetyo untuk masuk penjaringan Partai Golkar, kandas. Teno mengaku, pihaknya selalu membangun komunikasi politik dengan partai-partai lain. Harapannya, ada kebersamaan demi memajukan Kota Pasuruan.

“Mungkin karena kami cuma dua (kursi). Tapi, komunikasi politik sudah kami lakukan. Masyarakat bisa menyimpulkan sendiri,” ujar pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pasuruan itu.

Sementara, Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Pasuruan Syaiful menegaskan, partainya selama ini hanya melakukan penjaringan tertutup. Namun, penjaringan itu ditempuh dengan dua cara. Selain dilakukan oleh tim, juga membuka peluang bakal calon yang ingin maju melalui Partai Golkar.

“Dalam perjalanannya, terkesan Golkar ini membuka pendaftaran. Sehingga, kami gelar rapat, dievaluasi, lalu diputuskan penjaringan melalui formulir itu dicukupkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Sabtu (25/1) pihaknya menggelar rapat. Dua hari kemudian, partainya menerima kedatangan Ahmad Ansori yang juga mengambil formulir. “Karena itu memang sudah diagendakan hari Senin (27/1),” ujar Syaiful.

Ia mengaku mendengar kabar Teno ingin mengambil formulir. Kabar itu mencuat setelah pihaknya menggelar rapat yang memutuskan penjaringan melalui formulir diakhiri. Karenanya, partainya tetap berpegang pada keputusan rapat. “Sehingga, saya tegaskan tidak ada maksud Golkar untuk menghadang orang per orang,” ujarnya.

Menurutnya, sikap Partai Golkar itu tidak berarti pula memungkasi penjaringan oleh tim. “Penjaringan oleh tim tetap berjalan. Hanya saja tidak lagi melalui formulir,” urainya.

Penjaringan yang dimaksud, bisa melalui usulan pengurus atau hasil pengamatan terhadap figur-figur yang dinilai layak masuk penjaringan dengan berbagai parameter. Seperti, ketokohan, elektabilitas, popularitas, dan sebagainya. “Komunikasi dengan partai lain juga tetap terbuka,” ujarnya.

Diketahui, ada lima orang yang telah mengambil formulir ke Partai Golkar. Yakni, Ismail Nachu, Ayi Suhaya, Yunus Ilyas, Yuli Andriani, dan Ahmad Ansori. (tom/rud/fun)