Rawan Pasar Sebaung Ketika Pedagang Sepi, Cuma Punya Dua Petugas

WASPADA: Suasana di pasar Sebaung saat pagi hari. Pengelola pasar ini berupaya memaksimalkan petugas pengamanan, pasca terjadinya percobaan pencurian barang dagangan beberapa waktu lalu. Inset: Sidqi saat dirawat di RSUD Waluyo Jati. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GENDING, Radar Bromo – Insiden pencurian ketela yang terjadi di Pasar Sebaung, Kecamatan Gending, kini menjadi perhatian pengelola pasar. Aksi pencurian di pasar ini memang kerap terjadi karena minimnya petugas. Saat ini pengelola pasar berupaya meningkatkan keamanan, meski petugas minim.

Demi mengantisipasi terjadinya percobaan pencurian barang dagangan yang terjadi Senin (28/1), pengelola pasar meningkatkan keamanan pasar. Caranya, dengan memaksimalkan tenaga keamanan yang telah ditunjuk untuk mengawasi pasar saat tidak ada pedagang di pasar.

Hal ini diungkapkan Koordinator Pasar Sebaung Syaiful Islam. Dia menyebutkan, keamanan yang ada di pasar akan ditingkatkan. Keamanan akan ditingkatkan utamanya ketika pasar dalam keadaan sepi pasca pedagang pulang dari pasar.

“Kami tentunya berupaya untuk meningkatkan keamanan pasar ketika pedagang sudah pulang dari pasar, biasanya sekitar pukul 16.00 pasar sudah benar-benar sepi,” ujarnya.

Saat ini Pasar Sebaung memiliki dua orang pekerja yang ditugaskan untuk mengawasi dan menjaga keamanan pasar saat pasar dalam keadaan sepi. Dua pekerja dibagi menjadi sif pagi dan malam. “Penjaga pasar hanya ada dua dan mereka bekerja masing-masing satu sif, yakni pagi dan malam. Mereka juga berasal dari warga sekitar Desa Sebaung,” pungkasnya.

Karena terbatasnya pekerja untuk menjaga keamanan, pengelola mengimbau kepada pedagang supaya menyimpan barang dagangannya di tempat yang aman agar tidak mudah diambil orang. Tak hanya itu, pengelola juga terus berupaya berkoordinasi dengan pemerintah desa dan polsek setempat untuk menciptakan keamanan pasar.

“Memang tenaga keamanan terbatas, oleh karena itu kami terus berkoordinasi dengan desa dan polsek agar tetap kondusif. Selain itu, kami mengimbau agar pedagang lebih waspada dan berhati-hati ketika menyimpan barang dagangan agar tidak mudah dicuri,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sidqi Mubarok, 23, warga Desa Tanjung, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, diduga melakukan pencurian dua sak ketela di Pasar Sebaung, Desa Sebaung, Kecamatan Gending. Saat itu sudah menaikkan dua karung ketela ke motornya. Namun, aksinya dipergoki oleh pemiliknya dan kemudian dibacok. (ar/fun)