alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

BPS Sebut Angka Kemiskinan dan Pengangguran di Kab Probolinggo Turun

KRAKSAAN, Radar Bromo – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa angka kemiskinan Kabupaten Probolinggo di tahun 2019 telah mengalami penurunan. Bahkan, angka pengangguran di kabupaten setempat juga terjadi penurunan.

Hal ini diungkapkan Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Bagus Sunggono. Dia menyebutkan, sejak tahun 2012 hingga 2019 persentase penduduk miskin di Kabupaten Probolinggo mengalami penurunan sebesar 4,46 persen. “Berdasarkan data yang ada, kemiskinan mengalami penurunan yakni dari 22,22 persen di bulan Maret 2012 menjadi 17,76 persen di bulan Maret 2019,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 41.280 jiwa, Dimana semula berjumlah sebanyak 248.500 jiwa pada bulan Maret 2012 menjadi 207.220 jiwa pada bulan Maret 2019.

“Tak hanya jumlah penduduk miskin yang mengalami penurunan. Angka pengangguran beberapa tahun belakangan juga mengalami penurunan. Dari yang awalnya 4,15 persen, hingga saat menjadi 3,88 persen,” tuturnya.

Dari data yang ada, ada beberapa upaya yang dilakukan untuk percepatan penurunan angka kemiskinan. Dengan pengendalian harga beras, nantinya jumlah angka kemiskinan dapat ditekan seminim mungkin.

Selain itu, perbaikan distribusi rastra (beras sejahtera), pemberian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) secara tepat. Di mana bantuan tersebut menjadi program prioritas nasional. Serta, mengurangi konsumsi rokok khususnya bagi masyarakat miskin.

“Dari data-data yang telah dipaparkan, diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dan evaluasi untuk melakukan kebijakan yang tepat agar jumlah kemiskinan bisa terus ditekan. Dengan menurunnya angka kemiskinan, dapat diketahui bahwa kesejahteraan masyarakat sudah meningkat. Jika kesejahteraan meningkat, kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah telah tepat,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, kemiskinan merupakan masalah yang cukup kompleks, yang menyangkut beberapa aspek kehidupan. Baik aspek sosial, ekonomi, dan budaya. Penanggulangan masalah kemiskinan merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan. (ar/fun)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa angka kemiskinan Kabupaten Probolinggo di tahun 2019 telah mengalami penurunan. Bahkan, angka pengangguran di kabupaten setempat juga terjadi penurunan.

Hal ini diungkapkan Kepala BPS Kabupaten Probolinggo Bagus Sunggono. Dia menyebutkan, sejak tahun 2012 hingga 2019 persentase penduduk miskin di Kabupaten Probolinggo mengalami penurunan sebesar 4,46 persen. “Berdasarkan data yang ada, kemiskinan mengalami penurunan yakni dari 22,22 persen di bulan Maret 2012 menjadi 17,76 persen di bulan Maret 2019,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah penduduk miskin mengalami penurunan sebesar 41.280 jiwa, Dimana semula berjumlah sebanyak 248.500 jiwa pada bulan Maret 2012 menjadi 207.220 jiwa pada bulan Maret 2019.

“Tak hanya jumlah penduduk miskin yang mengalami penurunan. Angka pengangguran beberapa tahun belakangan juga mengalami penurunan. Dari yang awalnya 4,15 persen, hingga saat menjadi 3,88 persen,” tuturnya.

Dari data yang ada, ada beberapa upaya yang dilakukan untuk percepatan penurunan angka kemiskinan. Dengan pengendalian harga beras, nantinya jumlah angka kemiskinan dapat ditekan seminim mungkin.

Selain itu, perbaikan distribusi rastra (beras sejahtera), pemberian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) secara tepat. Di mana bantuan tersebut menjadi program prioritas nasional. Serta, mengurangi konsumsi rokok khususnya bagi masyarakat miskin.

“Dari data-data yang telah dipaparkan, diharapkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dan evaluasi untuk melakukan kebijakan yang tepat agar jumlah kemiskinan bisa terus ditekan. Dengan menurunnya angka kemiskinan, dapat diketahui bahwa kesejahteraan masyarakat sudah meningkat. Jika kesejahteraan meningkat, kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah daerah telah tepat,” tandasnya.

Sebagaimana diketahui, kemiskinan merupakan masalah yang cukup kompleks, yang menyangkut beberapa aspek kehidupan. Baik aspek sosial, ekonomi, dan budaya. Penanggulangan masalah kemiskinan merupakan salah satu prioritas utama dalam pembangunan. (ar/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/