alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Selama 10 Bulan, Satpol PP Tertibkan 84 PKL di Pusat Kota

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Kawasan bebas pedagang kaki lima (PKL) di Kota Pasuruan ternyata masih banyak dilanggar. Buktinya, jumlah pelanggar yang dijumpai Satpol PP Kota Pasuruan terbilang masih tinggi.

Para PKL selama ini masih sering berjualan di beberapa kawasan yang dilarang. Seperti Alun-alun Kota Pasuruan, sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Jalan Hayam Wuruk, dan GOR Untung Suropati.

Plt Kepala Satpol PP Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah mengungkapkan, pihaknya selalu memantau aktivitas di empat lokasi itu. Apabila ditemukan PKL yang melanggar dan berjualan di lokasi terlarang itu, petugas juga akan bertindak. “Selalu kami pantau. Kalau ada pelanggaran tentu akan kami tindak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yanuar membeberkan jika penindakan yang dilakukan juga tak serta-merta represif. Tetapi, mendahulukan tindakan preventif. PKL yang melanggar akan lebih dulu ditegur. “Aturannya mereka membuat surat pernyataan untuk tidak lagi berjualan di titik-titik yang steril,” bebernya.

Teguran itu berlaku sampai tiga kali. Dengan catatan, barang dagangan PKL disita petugas dalam waktu tertentu. Mulai dari tiga hari hingga sebulan lamanya. Namun, jika sampai tiga kali ada pelanggar yang sama, maka pihaknya akan menyita barang dagangan.

Selama 10 bulan terakhir, kata Yanuar, sudah ada 84 PKL yang barangnya disita. Kawasan alun-alun menjadi lokasi paling banyak dijumpai pelanggaran. Jumlahnya 40 PKL. Kemudian, 19 PKL di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, 17 PKL di GOR Untung Suropati, dan 8 PKL di Jalan Hayam Wuruk.

Ia berharap tindakan itu membuat para PKL yang melanggar sadar. Supaya mereka tak berjualan kembali di kawasan steril. (tom/fun)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Kawasan bebas pedagang kaki lima (PKL) di Kota Pasuruan ternyata masih banyak dilanggar. Buktinya, jumlah pelanggar yang dijumpai Satpol PP Kota Pasuruan terbilang masih tinggi.

Para PKL selama ini masih sering berjualan di beberapa kawasan yang dilarang. Seperti Alun-alun Kota Pasuruan, sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Jalan Hayam Wuruk, dan GOR Untung Suropati.

Plt Kepala Satpol PP Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah mengungkapkan, pihaknya selalu memantau aktivitas di empat lokasi itu. Apabila ditemukan PKL yang melanggar dan berjualan di lokasi terlarang itu, petugas juga akan bertindak. “Selalu kami pantau. Kalau ada pelanggaran tentu akan kami tindak,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yanuar membeberkan jika penindakan yang dilakukan juga tak serta-merta represif. Tetapi, mendahulukan tindakan preventif. PKL yang melanggar akan lebih dulu ditegur. “Aturannya mereka membuat surat pernyataan untuk tidak lagi berjualan di titik-titik yang steril,” bebernya.

Teguran itu berlaku sampai tiga kali. Dengan catatan, barang dagangan PKL disita petugas dalam waktu tertentu. Mulai dari tiga hari hingga sebulan lamanya. Namun, jika sampai tiga kali ada pelanggar yang sama, maka pihaknya akan menyita barang dagangan.

Selama 10 bulan terakhir, kata Yanuar, sudah ada 84 PKL yang barangnya disita. Kawasan alun-alun menjadi lokasi paling banyak dijumpai pelanggaran. Jumlahnya 40 PKL. Kemudian, 19 PKL di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, 17 PKL di GOR Untung Suropati, dan 8 PKL di Jalan Hayam Wuruk.

Ia berharap tindakan itu membuat para PKL yang melanggar sadar. Supaya mereka tak berjualan kembali di kawasan steril. (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/