alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Saturday, 28 November 2020

Korban Asusila yang Hamil Putus Sekolah, Ini Kata Dispendik

KRAKSAAN – Maraknya kasus tindak pidana asusila yang mendera pelajar perempuan belakangan ini, memantik respons Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo. Pasalnya, korban memutuskan berhenti karena malu dengan peristiwa yang menderanya.

Apalagi jika tindak pidana asusila itu membuat para korban hamil. Dispendik pun berupaya bahwa para korban asusila itu tetap akan mendapatkan akses pendidikan.

Setidaknya, mereka bisa mengikuti kejar paket B setelah menyatakan diri siap secara mental.

Hal itu disampaikan Kabid SMP pada Dispendik Kabupaten Probolinggo Priyo Siswoyo. Kepada Jawa Pos Radar Bromo, Priyo –sapaan akrabnya– menyadari tidak mudah bagi anak seusia mereka harus menanggung beban berat sebagai korban tindak asusila. Apalagi, jika mereka sampai hamil.

“Kami akan mencari informasi dan mengklarifikasi soal pelajar yang jadi korban pelecehan seksual dan berhenti sekolah. Karena sampai saat ini masih belum diketahui pelajar SMP mana,” katanya.

Priyo menjelaskan, tidak ada larangan bagi korban pemerkosaan yang tengah hamil untuk tetap melanjutkan sekolah. Namun, tentu saja hal itu berkaitan dengan kondisi mental yang bersangkutan.

Karena itu, pihaknya memastikan jika para korban akan tetap dapat akses pendidikan, saat dinyatakan siap oleh keluarga atau yang bersangkutan.

“Jika memang tidak memungkinkan melanjutkan sekolah, kami upayakan untuk bisa mengikuti paket B. Supaya pelajar itu bisa melanjutkan ke jenjang lebih tinggi nantinya,” terangnya.

Diketahui sebelumnya, kasus pemerkosaan terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Probolinggo terus bertambah. Yang terbaru, seorang paman di wilayah Kecamatan Leces, tega memperkosa keponakannya sendiri.

Korban saat ini masih duduk di bangku kelas III SMP. Akibat perbuatan bejat pelaku, korban kini hamil. Ironisnya, pelaku yang diketahui berinisial AK, 38, merupakan seorang guru ngaji.

Sebelumnya, ada juga RS, 19, remaja asal Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo. Ia menjadi korban kebiadaban ayah tirinya. Namun, diketahui jika RS tak pernah sekolah. (mas/rf)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Kurang Sebulan, Proyek Pasar Gondangwetan Baru 45 Persen

Masuk akhir November ini, pengerjaan revitalisasi Pasar Gondangwetan saat ini masih 45 persen.

Dana Banpol di Kab Probolinggo Tahun 2021 Tak Naik

Pemkab Probolinggo memastikan rencana hibah dana bantuan politik (banpol) tahun depan sama dengan tahun ini.

Temukan Engsel saat Ekskavasi, Ini Analisis Kondisi Goa Jepang Dulu

Dengan ditemukannya engsel yang terbuat dari besi pada dinding mulut goa, ada analisis baru tentang Goa Jepang.

Perbaikan Rumah Rusak Akibat Puting Beliung Diusulkan Melalui Ini

Sehari usai bencana, BPBD langsung turun ke lapangan untuk membagikan bantuan terpal.

Kocok Ulang Tiga Jabatan Kapolsek di Wilayah Polres Pasuruan

Tiga jabatan Kapolsek di lingkungan Polres Pasuruan, dikocok ulang.