alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Teatrikal, Upacara dan Aksi Damai Warnai Sumpah Pemuda di Probolinggo

KANIGARAN, Radar Bromo – Beragam kegiatan digelar warga dalam peringatan Sumpah Pemuda, Senin (28/10) kemarin. Mulai mengelar upacara, teatrikal, sampai aksi damai yang juga dibarengi dengan aksi tabur bunga.

Kemarin, sejumlah pelajar dari SMAN 2, SMAN 3, dan SMAN 4 Kota Probolinggo mengelar teatrikal di depan kantor Pemkot Probolinggo. Mereka menggambarkan perjuangan Pemuda Kota Probolinggo bersama dr Mohamad Saleh dalam perang kolonial pertama di Kota Probolinggo pada 1947.

Mereka menggambarkan situasi Kota Probolinggo saat itu tidak aman. Sehingga, para pemuda dan remaja berkumpul di rumah dr Mohamad Saleh untuk mendiskusikan strategi pertempuran sekaligus merawat rekan-rekannya yang menjadi korban perang.

Namun, tempat pertemuan mereka terendus tentara Belanda. Setelah ditelusuri, salah satu di antara pemuda ada yang berkhianat dan melaporkan ke tentara Belanda. Dialah perempuan yang merupakan teman baik anak bungsu dr Mohamad Saleh. Tragisnya, pengkhianat itu akhirnya tewas tertembak.

SEBAGAI PENGINGAT: Upacara yang digelar saat Hari Sumpah Pemuda. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Aksi teatrikal ini merupakan garapan Muhammad Abduh, salah satu pegawai di Disbubpar Kota Probolinggo. “Aksi kepahlawanan pemuda Kota Probolinggo ada, tapi tidak tertulis dalam buku sejarah,” ujar Abduh.

Usai teatrikal, dilanjutkan upacara peringatan Sumpah Pemuda. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Probolinggo Mochamad Soufis Subri yang menjadi pembina upacara mengatakan, era pemuda saat ini berbeda dengan era pemuda sebelumnya.

“Saat ini kecanggihan iptek serta mudahnya akses media sosial menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya, lintas agama, dan interaksi real time 24 jam. Di sinilah diharapkan peran pemuda dapat bersaing dalam hal positif,” ujarnya.

Di sisi lain, ratusan siswa SDN Tisnonegaran 1, Kota Probolinggo berkunjung ke Museum Kota Probolinggo. Namun, mereka terpaksa balik kanan karena museum tutup. Selain itu, di halaman museum terparkir bus, sehingga mereka tidak dapat mengadakan kegiatan Sumpah Pemuda di depan museum.

“Inginnya gedung museum menjadi background. Tetapi, ada bus parkir di depan museum, jadi menghalangi gedung museum yang ingin dijadikan background,” ujar Kepala SDN Tisnonegaran 1 Catur Mahanani Sulistyoani.

Kepala Disbudpar Kota Probolinggo Tutang Heru Aribowo mengatakan sudah sejak dua tahun lalu setiap Senin museum libur. Itu, berlaku secara nasional. Selain itu, juga tidak ada pemberitahuan kepada pihaknya terkait adanya kegiatan di museum.

“Terkait bus yang diparkir di depan museum, memang keterbatasan tempat parkir. Sedangkan, tempat parkir sisi utara rebutan dengan kendaraan Dishub,” ujarnya.

Sementara itu, Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus Probolinggo yang terhimpun dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi damai di depan kantor Pemkot Probolinggo. Mereka menggelar teatrikal puisi dan tabur bunga.

Koordinator Lapangan Aksi Damai Juli mengatakan acara ini digelar sebagai bentuk pembuktian terhadap masyarakat maupun pemerintah, bahwa pemuda tidak diam. “Momentum ini tidak lain untuk memberi gambaran, bahwa pemuda tidak diam,” ujarnya. (put/mas/mg1/rud/fun)

KANIGARAN, Radar Bromo – Beragam kegiatan digelar warga dalam peringatan Sumpah Pemuda, Senin (28/10) kemarin. Mulai mengelar upacara, teatrikal, sampai aksi damai yang juga dibarengi dengan aksi tabur bunga.

Kemarin, sejumlah pelajar dari SMAN 2, SMAN 3, dan SMAN 4 Kota Probolinggo mengelar teatrikal di depan kantor Pemkot Probolinggo. Mereka menggambarkan perjuangan Pemuda Kota Probolinggo bersama dr Mohamad Saleh dalam perang kolonial pertama di Kota Probolinggo pada 1947.

Mereka menggambarkan situasi Kota Probolinggo saat itu tidak aman. Sehingga, para pemuda dan remaja berkumpul di rumah dr Mohamad Saleh untuk mendiskusikan strategi pertempuran sekaligus merawat rekan-rekannya yang menjadi korban perang.

Namun, tempat pertemuan mereka terendus tentara Belanda. Setelah ditelusuri, salah satu di antara pemuda ada yang berkhianat dan melaporkan ke tentara Belanda. Dialah perempuan yang merupakan teman baik anak bungsu dr Mohamad Saleh. Tragisnya, pengkhianat itu akhirnya tewas tertembak.

SEBAGAI PENGINGAT: Upacara yang digelar saat Hari Sumpah Pemuda. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Aksi teatrikal ini merupakan garapan Muhammad Abduh, salah satu pegawai di Disbubpar Kota Probolinggo. “Aksi kepahlawanan pemuda Kota Probolinggo ada, tapi tidak tertulis dalam buku sejarah,” ujar Abduh.

Usai teatrikal, dilanjutkan upacara peringatan Sumpah Pemuda. Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Probolinggo Mochamad Soufis Subri yang menjadi pembina upacara mengatakan, era pemuda saat ini berbeda dengan era pemuda sebelumnya.

“Saat ini kecanggihan iptek serta mudahnya akses media sosial menjadi tempat berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya, lintas agama, dan interaksi real time 24 jam. Di sinilah diharapkan peran pemuda dapat bersaing dalam hal positif,” ujarnya.

Di sisi lain, ratusan siswa SDN Tisnonegaran 1, Kota Probolinggo berkunjung ke Museum Kota Probolinggo. Namun, mereka terpaksa balik kanan karena museum tutup. Selain itu, di halaman museum terparkir bus, sehingga mereka tidak dapat mengadakan kegiatan Sumpah Pemuda di depan museum.

“Inginnya gedung museum menjadi background. Tetapi, ada bus parkir di depan museum, jadi menghalangi gedung museum yang ingin dijadikan background,” ujar Kepala SDN Tisnonegaran 1 Catur Mahanani Sulistyoani.

Kepala Disbudpar Kota Probolinggo Tutang Heru Aribowo mengatakan sudah sejak dua tahun lalu setiap Senin museum libur. Itu, berlaku secara nasional. Selain itu, juga tidak ada pemberitahuan kepada pihaknya terkait adanya kegiatan di museum.

“Terkait bus yang diparkir di depan museum, memang keterbatasan tempat parkir. Sedangkan, tempat parkir sisi utara rebutan dengan kendaraan Dishub,” ujarnya.

Sementara itu, Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus Probolinggo yang terhimpun dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan aksi damai di depan kantor Pemkot Probolinggo. Mereka menggelar teatrikal puisi dan tabur bunga.

Koordinator Lapangan Aksi Damai Juli mengatakan acara ini digelar sebagai bentuk pembuktian terhadap masyarakat maupun pemerintah, bahwa pemuda tidak diam. “Momentum ini tidak lain untuk memberi gambaran, bahwa pemuda tidak diam,” ujarnya. (put/mas/mg1/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/